Tahukah Anda? KAI Daop 3 Beri Penghargaan Ahli Waris Pencipta Lagu Kota Cirebon, Lestarikan Budaya Lokal
PT KAI Daop 3 Cirebon memberikan Penghargaan Lagu Kota Cirebon kepada ahli waris Mamae Titin, pencipta lagu daerah yang kini diputar di stasiun. Mengapa inisiatif ini penting?
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon baru-baru ini memberikan apresiasi khusus kepada ahli waris pencipta lagu berjudul "Kota Cirebon". Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi besar dalam melestarikan kekayaan budaya lokal Cirebon.
Pemberian penghargaan ini secara spesifik ditujukan kepada H. Momon Saptaji, yang merupakan ahli waris dari almarhum Mamae Titin. Mamae Titin dikenal sebagai pencipta lagu ikonik "Kota Cirebon" yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah tersebut.
Menurut Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Mohamad Arie Fathurrochman, inisiatif ini juga menjadi wujud terima kasih. Pihaknya berterima kasih atas izin yang telah diberikan untuk memutar lagu "Kota Cirebon" di seluruh stasiun yang berada di wilayah Daop 3 Cirebon.
Apresiasi Terhadap Karya Budaya Lokal
Penghargaan yang diberikan oleh PT KAI Daop 3 Cirebon ini menggarisbawahi pentingnya melestarikan karya seni daerah. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung dan menghargai seniman lokal yang telah menciptakan warisan budaya.
Mohamad Arie Fathurrochman menyatakan, "Penghargaan tersebut diberikan kepada H. Momon Saptaji sebagai ahli waris dari almarhum Mamae Titin, pencipta lagu Kota Cirebon." Pernyataan ini menegaskan fokus penghargaan pada individu yang berjasa besar terhadap budaya Cirebon.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar pemberian penghargaan, tetapi juga upaya nyata untuk menjaga agar lagu "Kota Cirebon" tetap relevan. Lagu ini terus diperkenalkan kepada generasi baru melalui pemutaran rutin di fasilitas publik seperti stasiun kereta api.
Lagu Kota Cirebon: Identitas dan Daya Tarik Wisata
Pemutaran lagu daerah seperti "Kota Cirebon" di stasiun-stasiun memiliki beberapa tujuan strategis. Salah satunya adalah untuk menumbuhkan rasa kebanggaan masyarakat terhadap identitas daerah mereka sendiri.
Selain itu, kehadiran lagu daerah di ruang publik seperti stasiun juga berperan penting dalam menciptakan suasana yang nyaman dan ramah. Hal ini memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi para penumpang kereta api yang sedang melakukan perjalanan.
Mohamad Arie Fathurrochman menambahkan bahwa pemutaran lagu daerah berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Para pelancong yang berkunjung ke Cirebon dapat mengenal lebih dekat budaya setempat melalui alunan musik khas daerah.
Melalui cara ini, PT KAI Daop 3 Cirebon tidak hanya menyediakan transportasi, tetapi juga turut serta dalam mempromosikan pariwisata dan keunikan budaya Cirebon kepada khalayak luas.
Kebanggaan Ahli Waris dan Harapan Masa Depan
H. Momon Saptaji, sebagai ahli waris pencipta lagu "Kota Cirebon", menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas apresiasi ini. Ia merasa terharu karena karya ayahnya dapat terus hidup dan dinikmati banyak orang.
Momon Saptaji berharap agar pemutaran lagu "Kota Cirebon" di stasiun-stasiun dapat menjadi amal kebaikan bagi almarhum ayahnya. Ia juga berharap bahwa lagu ini dapat terus memberikan kebahagiaan bagi siapa pun yang mendengarkannya.
Ia menuturkan, "Karya tersebut menjadi lagu yang setiap hari diputar di stasiun-stasiun kereta api, khususnya di Cirebon." Hal ini menunjukkan betapa besar dampak dan jangkauan lagu tersebut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Cirebon.
Penghargaan ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai warisan budaya dan peran seniman dalam membentuk identitas suatu daerah. PT KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal melalui berbagai inisiatif serupa.
Sumber: AntaraNews