Perbandingan Kekuatan Nuklir Amerika Serikat vs China, Mana Lebih Kuat?
Hubungan Amerika Serikat dan China belakangan makin memanas. Genderang perang tarif yang ditabuh oleh Trump dibalas oleh Xi Jinping.
Hubungan Amerika Serikat dan China belakangan makin memanas. Genderang perang tarif yang ditabuh oleh Trump dibalas oleh Xi Jinping.
Trump menaikkan tarif hingga 145 persen untuk barang-barang dari China. China pun membalas dengan menaikkan tarif sebesar 125 persen terhadap barang-barang AS.
Persaingan kedua negara adidaya itu sesungguhnya tak hanya di bidang ekonomi. Di bidang militer, kedua negara kuat itu terus meningkatkan kekuatan militernya masing-masing, termasuk untuk senjata nuklir.
Amerika Serikat dan China merupakan dua negara pemilik senjata nuklir di dunia. Berdasarkan perjanjian internasional yang mengatur penyebaran senjata nuklir, hanya ada lima negara yang diakui sebagai "nuclear-weapon states" yakni AS, Rusia, China, Prancis, dan Inggris.
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah antara AS dan China siapa lebih kuat dan lebih banyak memiliki senjata nuklir? Simak ulasan selengkapnya.
Kekuatan Nuklir Amerika Serikat
Berdasarkan data terbaru (perkiraan per 2024) dari Federation of American Scientists (FAS) dan laporan berbagai lembaga internasional, Amerika Serikat diperkirakan memiliki 5.244 hulu ledak nuklir.
Dari jumlah tersebut, hulu ledak nuklir yang aktif siap pakai berjumlah sekitar 1.770 hulu ledak nuklir. Sementara hulu ledak nuklir cadangan atau nonaktif berjumlah sekitar 3.474 hulu ledak nuklir.
Perkiraan angka tersebut dikarenakan kerahasiaan yang menyelimuti program nuklir AS. Namun, secara umum, konsensus menunjukkan bahwa AS memiliki kapabilitas nuklir yang jauh lebih besar dibandingkan negara lain, termasuk China.
Sejarah panjang pengembangan senjata nuklir AS dan anggaran pertahanan yang besar berkontribusi pada jumlah hulu ledak nuklir yang signifikan. Hal ini menjadikan AS sebagai kekuatan nuklir utama dunia.
Peningkatan Kemampuan Nuklir Tiongkok
Sementara itu, China diketahui tengah meningkatkan kemampuan nuklirnya dengan cepat. China diperkirakan memiliki hulu ledak nuklir 500–600 hulu ledak.
Dari jumlah itu, hulu ledak nuklir yang aktif siap pakai berjumlah 350–400 hulu ledak nuklir. Sementara hulu ledak nuklir cadangan atau nonaktif yang dimiliki China berjumlah sekitar 100–200 hulu ledak nuklir.
Beberapa proyeksi memperkirakan China akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030. Peningkatan ini menunjukkan ambisi China untuk memperkuat posisi strategisnya di panggung dunia.
Kerahasiaan yang tinggi seputar program nuklir China membuat sulit untuk mendapatkan gambaran yang akurat dan pasti.