Donald Trump Berulang Kali Kontak Xi Jinping, Tanda Amerika Menyerah di Perang Dagang?
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah berulang kali berusaha menghubungi pemerintah China.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah berulang kali berusaha menghubungi pemerintah China untuk memulai kembali pembicaraan terkait tarif dagang yang telah diterapkan. Informasi ini disampaikan oleh akun Weibo Yuyuantantian, yang berafiliasi dengan China Central Television dan kerap menyampaikan pandangan resmi Beijing terkait isu-isu strategis.
Dilansir dari Bloomberg, dalam unggahannya Yuyuantantian menyebut bahwa Amerika Serikat menghubungi China melalui berbagai saluran komunikasi. Meskipun tidak menyebutkan sumber atau memberikan rincian spesifik, postingan tersebut menunjukkan dinamika baru di balik hubungan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Pernyataan ini berbeda dari narasi yang disampaikan Presiden Trump, yang sebelumnya menegaskan bahwa pihak China terutama Presiden Xi Jinping perlu terlebih dahulu menghubunginya untuk membuka dialog mengenai tarif. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, awal pekan ini juga menyatakan bahwa langkah pertama untuk meredakan ketegangan ada di tangan Beijing.
Dalam rapat Kabinet pada Rabu (30/4), Trump menyatakan bahwa penurunan arus kargo antara kedua negara menunjukkan kebutuhan mendesak bagi China untuk segera menjalin kerja sama. Ia juga mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap penurunan tajam perdagangan AS–China, namun menambahkan bahwa ia menginginkan keberhasilan ekonomi bagi China selama negara tersebut memperlakukan AS secara adil.
Meski belum ada komunikasi langsung, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa pembicaraan dengan Presiden Xi akan terjadi. "Itu akan terjadi," kata Trump kepada wartawan.
Namun, Yuyuantantian menegaskan bahwa China tidak merasa perlu berbicara dengan AS kecuali Washington mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan.
"Dari sudut pandang negosiasi, AS saat ini jelas merupakan pihak yang lebih cemas," tulis akun tersebut.
Sementara itu, data resmi di Washington menunjukkan bahwa ekonomi AS mengalami kontraksi pada awal tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2022. Kontraksi ini disebabkan oleh lonjakan impor menjelang penerapan tarif serta pelemahan belanja konsumen. Data ini menjadi indikasi awal dari dampak kebijakan perdagangan Trump terhadap ekonomi domestik.
Di sisi lain, harga beberapa produk populer buatan China di pasar AS sudah mulai menunjukkan kenaikan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Amerika kemungkinan akan menanggung sebagian besar beban tarif, meskipun Trump sebelumnya mengklaim bahwa beban tersebut akan sepenuhnya ditanggung oleh Beijing.