Penampakan Brigade Al-Qassam Bombardir Wilayah Israel dengan Roket, Pertahanan Udara Zionis Jebol
Detik-detik Brigade Al-Qassam serang habis dua kota di Israel hingga hancur lebur.
Pasukan sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, meluncurkan serangan roket yang menargetkan pelabuhan Ashdod yang diduduki Israel.
Menuru informasi yang beredar di media setempat, para pejuang Hamas mempersiapkan ribuan roket yang diarahkan ke Ashdod dan Ashkelon pada Minggu (6/4) malam.
Dikutip dari Press TV, Selasa (8/4) serangan itu dilakukan Brigade Al-Qassam sebagai balasan atas "pembantaian Zionis terhadap warga sipil."
Para militan Hamas tersebut mempersiapkan amunisi mereka dalam jumlah besar sebelum diluncurkan dari Gaza ke kawasan penduduk di dua kota Israel itu.
Beberapa video pun merekam detik-detik saat langit Israel mendadak menyala akibat hujan roket yang terus menyasar ke bangunan penduduk.
Ribuan Warga Israel Terluka
Laporan terbaru dari media Israel, serangan tersebut membuat banyak bangunan mengalami kerusakan parah dan membuat pemukim Israel terluka akibat tembakan roket. Secara total, sekitar tujuh roket berhasil mendarat ke Ashdod.
Menurut surat kabar Israel, Israel Hayom, laporan awal menunjukkan serangan langsung di Ashkelon, yang mendorong pengiriman kru medis darurat.
Saluran 13 Israel kemudian melaporkan bahwa tiga orang terluka, sementara Saluran 12 memperbarui angka tersebut menjadi tujuh, yang semuanya dipindahkan ke Rumah Sakit Barzilai.
Pemerintah Kota Ashkelon juga telah mengonfirmasi adanya kerusakan material di kota tersebut.
Pertahanan Israel Berhasil Redam Roket
Menurut laporan dari militer Israel, pihaknya telah mendeteksi sekitar sepuluh roket yang ditembakkan dari Gaza, dan sebagian besar berhasil dicegat.
Menurut kabar dari Channel 12, tembakan roket diluncurkan Hamas dari Deir al-Balah di Gaza tengah.
Mereka juga memastikan setidaknya ada lima roket yang diluncurkan dari Gaza tengah berhasil dicegat, sementara yang lainnya mendarat di berbagai lokasi.
Komando Front Dalam Negeri Israel mengatakan sirene serangan udara telah diaktifkan di Ashdod, Ashkelon, dan pinggiran selatan Tel Aviv.
Picu Amarah PM Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu langsung mengecam tembakan roket tersebut dan memberikan "respons keras" atas serangan Hamas.
"Perdana menteri menginstruksikan untuk memberikan respons keras dan menyetujui kelanjutan operasi intensif IDF di Gaza terhadap Hamas," kata kantornya dalam sebuah pernyataan.
Tak lama setelah pernyataan Netanyahu keluar, militer Israel memerintahkan seluruh penduduk beberapa daerah di Deir el-Balah, Gaza tengah, untuk mengungsi sebelum serangan yang direncanakan, yang menunjukkan bahwa tembakan roket berasal dari sana.
"Kepada semua penduduk Jalur Gaza yang tinggal di daerah Deir el-Balah... ini adalah peringatan terakhir dan mendesak sebelum serangan."
"Kami akan melancarkan serangan hebat ke daerah mana pun yang menjadi sasaran tembakan roket... Demi keselamatan Anda, Anda harus segera pindah ke selatan ke tempat perlindungan yang diketahui di daerah Mawasi," kata Avichay Adraee, juru bicara militer berbahasa Arab, di X.
Jumlah Korban Tewas di Gaza Bertambah
Serangan roket Hamas ke wilayah Ashdod dan Ashkelon pada Minggu (6/4) malam bukan tanpa alasan. Mereka menganggap serangan tersebut sebagai upaya balasan atas serangan Israel ke Gaza yang telah membunuh puluhan ribu warga sipil.
Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza pada Senin (7/4) setidaknya 57 warga Palestina tewas dalam serangan udara terbaru Israel di Jalur Gaza. Total jumlah korban tewas akibat perang genosida Israel sejak Oktober 2023 menjadi 50.752.
Selain itu terdapat 137 korban luka lainnya juga telah dipindahkan ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah korban luka menjadi 115.475.
Jumlah tersebut tidak termasuk korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka.
Sejak serangan udara mendadak Israel tanggal 18 Maret 2025 akibat pelanggaran gencatan senjata Januari dan perjanjian pertukaran tahanan dengan Hamas, sedikitnya 1.391 orang tewas dan 3.434 lainnya mengalami luka-luka.