Miris Tidak Jauh dari Pusat Kota, Lima Keluarga Ini Mandi Pakai Air Hujan
Hingga kini, mereka masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di zaman yang telah memasuki era teknologi dan kemajuan pesat, salah satu sudut di Kota Lembang Bandung Jawa Barat justru menyimpan hal yang begitu menyayat hati. Sejumlah keluarga diketahui tinggal di tepi jurang dengan kondisi miris.
Mereka hidup berdampingan di dalam rumah yang sederhana. Mirisnya lagi, air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari pun rasanya masih menjadi permasalahan utama.
Warganya diketahui tak memiliki sumber air bersih terdekat yang bisa digunakan. Sebaliknya, hingga kini mereka pun masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Kang Hardi, Rabu (26/2).
Kampung Sederhana di Pinggir Jurang
Di balik istimewa dan tertatanya Kota Lembang Bandung, siapa sangka jika sejumlah warganya ternyata masih harus hidup dengan cara yang begitu mengiris hati. Kehidupan sederhana para warga di salah satu sudut kota itu seperti yang belum lama ini diungkap oleh pemilik kanal YouTube Kang Hardi.
Dalam sebuah kesempatan, si pemilik menuturkan jika dirinya secara tak sengaja menemukan sebuah perkampungan kecil di pinggir jurang. Lokasinya tepat berseberangan dengan lembah yang menjadi tempat bagi warga Bandung menikmati waktu luangnya di sejumlah tempat wisata bergengsi.
“Saya tidak sengaja menemukan kampung, tidak tahu ada berapa rumah ini. Ini sepertinya ada enam rumah,” katanya.
Saat mendatangi salah satu pemilik rumah, pria tersebut mendapati informasi jika para warganya ternyata berprofesi sebagai petani hingga pengolah kebun secara serabutan.
“Ini ada lima rumah, lima keluarga. Semuanya bertani, berkebun.” ungkap salah satu warga.
Kamar Mandi Seadanya
Bukan satu atau dua tahun saja, rupanya warga di perkampungan kecil itu telah menetap sejak puluhan tahun silam. Menariknya, kelima pemilik rumah sederhana itu ternyata masih memiliki hubungan darah alias keluarga.
“Ibu dari kapan di sini?” tanya sang pemilik video. “Dari tahun 1979. Kita di sini, ini lima rumah masih saudara semua,” cerita warga setempat.
Ketika diamati sejenak, perkampungan kecil itu ternyata memiliki potret kehidupan yang cukup miris. Sehari-hari, warganya terpaksa mandi hingga buang air di dalam sebuah ruangan khusus berbilik kain seadanya.
Saat ditanya, salah satu warga tersebut mengaku tak memiliki cukup biaya untuk membangun kamar mandi yang layak.
“Enggak punya modalnya (untuk membangun kamar mandi). Jadi pakai kain seadanya,” katanya.
Sementara soal kebutuhan air bersih, warganya terpaksa harus menampung air hujan. Sumber air bersih yang berada di lembah perbukitan pun disebut salah satu warga tak diizinkan untuk dialirkan menggunakan pompa ke perkampungan.
“Jadi ada penampungan air hujan di atas yang dibawa ke bawah pakai pralon. Jadi di sini enggak ada sumber air ya bu?” tanya sang pemilik video.
“Enggak ada,” jawabnya.
“Enggak pakai pompa ya bu?” tanyanya,
“Enggak, itu mah buat yang di bawah. Kita enggak boleh, bisa ambil tapi pakai ember,” ungkap warga setempat.
Banjir Doa & Rasa Iba
Kondisi miris yang harus dialami para warga di tepi jurang di kawasan Kota Lembang Bandung itu seketika membuat warganet ikut merasa iba. Banyak di antaranya yang lantas membanjiri video dengan doa dan harapan baik.
“Mudah-mudahan nanti bapak gubernurnya atau siapa bisa bantu keluarga ini ya,” tulis akun @fatimahrochana3044
“Miris Ya Allah,” tulis akun @mamahsalma2281
“Masya Allah, kasihan sekali enggak punya air mck sendiri,” tulis akun @euliskomala5712
“Waduh, memangnya belum ada program mck ya di sana?” tulis akun @nananamae3f