Kisah Jemaah Termuda dari Makassar, Berangkat Haji Tanpa Menunggu Lama karena Berkah Ibunda
Dari ratusan jemaah, sorotan tertuju pada jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan (19).
Sebanyak 387 jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Makassar mulai memasuki Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/4). Para jemaah tampak bersiap menjalani rangkaian ibadah ke Tanah Suci dengan penuh harap dan kebahagiaan.
Dari ratusan jemaah tersebut, sorotan tertuju pada jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan (19), yang tampak sumringah menyambut keberangkatannya.
Berangkat Lebih Cepat Lewat Sistem Mahram
Mahasiswi Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini mengaku tidak menyangka bisa berangkat haji lebih cepat. Ia baru mendaftar pada 2021, atau sekitar lima tahun lalu.
"Terharu dan bahagia karena menjadi jemaah haji termuda pada tahun ini,” ujarnya di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.
Kesempatan itu didapat berkat kebijakan penggabungan mahram, di mana ia menjadi pendamping ibundanya yang telah lebih dulu mendaftar sejak 2010.
"Mama mendaftar haji tahun 2010, sementara saya tahun 2021. Jadi ada kebijakan penggabungan mahram, sehingga tahun ini bisa berangkat (ibadah haji) sama mama," tuturnya.
Rela Cuti Kuliah Demi Ibadah Haji
Untuk menunaikan rukun Islam kelima, Husnul rela mengambil cuti kuliah selama lebih dari 40 hari.
“Ke sini saya cuti kuliah, 40 hari lebih, sekitar 42 hari,” ujarnya.
Meski masih berusia muda, ia mengaku telah menyiapkan banyak doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci, baik untuk dirinya sendiri maupun orang-orang terdekat.
“Banyaklah pasti (doa-doa). Untuk keluarga, untuk teman-teman, dan untuk saya pribadi juga banyak,” ucapnya.
Jadwal Keberangkatan dan Komposisi Jemaah
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa kloter pertama ini terdiri dari 387 jemaah, dengan rincian 386 orang berasal dari Kabupaten Soppeng dan satu orang dari Makassar.
"Kami selaku panitia menerima dan melepas jemaah kloter satu dari Kabupaten Soppeng. Insya Allah akan kami berangkatkan pada pukul 03.20, WITA," kata Ikbal.
Pada musim haji tahun ini, terdapat sejumlah perubahan kebijakan. Salah satunya adalah pembagian kartu nusuk yang kini dilakukan lebih awal di asrama haji, berbeda dari tahun sebelumnya yang diberikan saat jemaah sudah berada di Mekkah.
Selain itu, proses pemeriksaan paspor imigrasi Arab Saudi kini dipindahkan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, tidak lagi dilakukan di Jeddah maupun Madinah.
"Bila jemaah nanti tiba landing di Saudi, tidak ada lagi pemeriksaan. Itulah perbedaan dari tahun sebelumnya," ucapnya.
Kebanggaan Soppeng dan Kenaikan Kuota Haji
Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, mengaku bangga karena jemaah asal daerahnya masuk dalam kloter pertama.
"Ini pertama kalinya Jemaah Haji dari Kabupaten Soppeng masuk dalam kloter 1. Soppeng masuk empat daerah dengan JCH terbanyak tahun ini bersama Bone, Wajo, dan Gowa," kata politisi Partai Demokrat ini.
Ia juga menyebutkan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Soppeng mengalami peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat. Dampaknya, masa tunggu haji kini berkurang menjadi sekitar 15 tahun, lebih singkat dibanding rata-rata Sulawesi Selatan yang masih berada di kisaran 26 tahun.