Kuota Calon Haji Jateng Bertambah Jadi 34.122 Jemaah, Tertua Berusia 94 Tahun

Dengan masa tunggu keberangkatan haji yang lebih pendek, di tahun ini banyak orang tua yang memilih mendaftarkan anaknya.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Kuota Calon Haji Jateng Bertambah Jadi 34.122 Jemaah, Tertua Berusia 94 Tahun
Kuota Calon Haji Jateng Bertambah Jadi 34.122 Jemaah, Tertua Berusia 94 Tahun (Merdeka.com)

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah diuntungkan dengan perubahan penghitungan masa tunggu. Sebab banyak calhaj memiliki masa tunggu keberangkatan yang maju dari jadwal semula.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng, Fitriyanto mengatakan masa tunggu keberangkatan haji diperpendek karena adanya peraturan terbaru dari Kemenhaj pusat yang merubah penghitungan basis kuota jumlah calon jemaah (calhaj) menjadi skema penghitungan berdasarkan waiting list.

"Kalau tahun kemarin masa tunggu keberangkatan haji masih 30 tahun karena dihitung berbasis kuota jemaah. Maka tahun ini dipastikan berubah sesuai skema waiting list. Maka masa tunggu keberangkatan haji menjadi lebih pendek yakni 26 tahun," kata Fitri, Rabu (15/4).

Dia menyebut wilayah Jawa Tengah diuntungkan dengan perubahan penghitungan masa tunggu ini karena banyak calhaj memiliki masa tunggu keberangkatan yang maju dari jadwal semula.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan jumlah kuota calhaj Jateng bertambah 400 orang menjadi 34.122 jemaah.

"Kita di Jawa Tengah malah diuntungkan karena yang tadinya mundur masa tunggunya menjadi maju. Dan juga ada tambahan kuotanya jadi 400 orang," ungkapnya.

Di tahun ini, jumlah pendaftar ibadah haji memiliki angka yang bervariasi. Bahkan, Pemkab Kebumen dan Pemkot Semarang memiliki jumlah calhaj terbanyak yakni 1.700 orang.

"Terus beberapa wilayah Demak Pati Jepara juga akan memberangkatkan calon jemaah yang cukup banyak," ujarnya.

Dengan masa tunggu keberangkatan haji yang lebih pendek, di tahun ini banyak orang tua yang memilih mendaftarkan anaknya. Tercatat rata-rata calhaj yang berusia tujuh hingga belasan tahun belakangan mengalami peningkatan signifikan. Termasuk juga banyak calhaj yang tercatat dalam database Kemenhaj masih berusia 12-15 tahun.

"Di wilayah kami belakangan ada banyak yang daftar haji itu umurnya masih 12 tahun 15 tahun. Artinya memang masyarakat yang sudah sadar manfaat dan nilai-nilai tuntunan dari ibadah haji," jelasnya.

Lebih jelas lagi, berdasarkan data yang diterima dari Kemenhaj Jateng, calhaj termuda yang akan berangkat ke Tanah Suci Makkah yakni berusia 14 tahun atas nama Kira Talita Sahqi yang tercatat menjadi warga Kabupaten Magelang.

Sedangkan calhaj tertua yang akan berangkat ke Makkah atas nama Halimin Harjo Sumarto kelahiran 1932 dan tinggal di Klaten, Jawa Tengah.

"Pak Halimin menjadi calhaj tertua umur 94 tahun yang berangkat dari embarkasi Jateng. Untuk calon jemaah termuda namanya Kira Talita Sahqi dari Kabupaten Magelang," pungkasnya.



Rekomendasi