Ini Isi Cinderamata yang Diberikan Hamas ke 3 Sandera Israel, Dibebaskan dari Gaza Penuh Senyuman
Tepat pada hari Minggu (19/1) lalu, tiga wanita yang disandera Hamas resmi dibebaskan.
Kesepakatan mengenai gencatan senjata membawa dampak yang baik bagi keberlangsungan hidup warga di Gaza hingga para sandera Israel. Tepat pada hari Minggu (19/1) lalu, tiga wanita yang disandera Hamas resmi dibebaskan.
Menariknya, ketiga wanita muda tersebut tampak tersenyum sesaat sebelum meninggalkan lokasi penyanderaan. Bahkan, mereka turut terkejut saat Hamas memberikan tas hadiah kepada masing-masing tawanan.
Tas-tas itu disebut berisikan cinderamata khusus yang diberikan oleh Hamas kepada para tahanan. Lantas, apa sebenarnya cinderamata yang dipilih para pejuang Hamas untuk para tawanan itu? Berikut ulasan selengkapnya.
Hamas Bebaskan Tiga Sandera
Minggu malam lalu mungkin menjadi momen istimewa yang tak pernah dilupakan ketiga wanita tahanan Israel. Emily Damari (28), Romi Gonen (24), dan Doron Steinbrecher (31) keluar dari tempat penawanan di Jalur Gaza dengan wajah yang berseri dan tersenyum lepas.
Seperti halnya unggahan akun X @tamerqdh beberapa waktu lalu, momen keberangkatan ketiga wanita tawanan Israel itu lantas dibagikan ke media sosial hingga menjadi bahan perbincangan di kalangan warganet.
Dalam unggahan tersebut, ketiganya tampak diberikan masing-masing tas berbahan kertas berlogo Brigade Izzedine al-Qassam, sayap militer Hamas yang berisi cinderamata.
Diberi Cinderamata
Disebut dalam unggahan, tas-tas tersebut diketahui berisi kenang-kenangan istimewa dan sertifikat kelulusan yang ditandatangai langsung oleh Hamas.
Salah seorang pejuang Hamas bahkan tak segan membuka isi sertifikat dan memperlihatkannya secara langsung di hadapan kamera. Tak berselang lama, sertifikat itu lantas diberikan ke tiga tawanan Israel.
Sementara dalam unggahan akun X @nowgnna, salah satu tawanan Israel diketahui turut diberi hadiah istimewa. Di tubuhnya, tertangkap sorotan jika salah satu tawanan dalam balutan sweater merah muda itu tampak mengenakan kalung bergambar peta Palestina.
Tawanan tersebut terlihat mendapat perlindungan dari para pejuang Hamas saat melintas di tengah kerumunan dan hendak memasuki kendaraan.
"Seorang tahanan Zionis yang dibebaskan dari Gaza, mengenakan kalung bergambar peta Palestina," demikian dikutip dari keterangan unggahan akun X @nowgnna.
Kendaraan yang membawa ketiga tawanan tersebut kemudian diberangkatkan dari Kota Gaza di bagian utara ke Lapangan as-Saraya, tempat pertemuan Hamas dengan Palang Merah. Di sini, ketiga tawanan kemudian dilepaskan untuk diberikan ke Palang Merah dan kembali ke Israel.
"Kelompok perlawanan Hamas memberikan cinderamata dan sertifikat kelulusan kepada tiga tahanan perempuan, dan menyerahkannya ke Palang Merah di tengah kerumunan besar warga Palestina, di tengah nyanyian populer yang mendukung perlawanan," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Melansir dari laman kantor berita Quds News Network, juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengkonfirmasi pada Minggu malam bahwa ketiga tawanan tersebut telah diserahkan ke Palang Merah dan berada “di tangan yang aman” di Israel.
Tawanan Tiba di Israel
Melansir dari Antara, kabar dibebaskannya ketiga tawanan Israel itu turut dikonfirmasi oleh Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto ketiga wanita itu saat memeluk ibu mereka di kompleks militer di luar Gaza dirilis ke publik.
Setibanya mereka di Israel, sebuah helikopter dikabarkan menerbangkan mereka ke Pusat Medis Sheba (Sheba Medical Center) di Ramat Gan, pinggiran kota Tel Aviv, untuk mendapatkan perawatan medis dan psikologis.
Dalam laporan yang dirilis tersebut, Palang Merah sebelumnya memberi tahu pihak Israel bahwa kondisi mereka "baik." Namun, sebuah gambar tangkapan layar disebut memperlihatkan Damari saat melakukan panggilan video menunjukkan bahwa tangan wanita itu diperban dan kehilangan dua jari, cedera yang didapatnya saat diculik oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.
Israel & Palestina Pasca Gencatan Senjata
Sementara di Gaza sendiri, perayaan cukup besar tampak digelar secara meluas oleh para penduduk dengan mengibarkan bendera Palestina. Bahkan, para pengungsi secara masif mulai meninggalkan lokasi kamp untuk kembali ke rumah masing-masing meski jalanan telah dipenuhi debu hingga puing-puing reruntuhan.
Selama enam pekan ke depan, Hamas diketahui akan membebaskan 33 sandera secara bertahap, termasuk wanita, anak-anak, pria berusia di atas 50 tahun, sandera yang sakit, dan sandera yang terluka.
Kesepakatan gencatan senjata pun bakal dilaksanakan dalam tiga tahap dan mencakup pengiriman lebih banyak truk bantuan kemanusiaan ke Gaza untuk meringankan bencana di wilayah kantong tersebut. Tahap pertama akan berlangsung selama 42 hari saat pasukan Israel menarik diri dari sebagian wilayah Gaza.
Di bawah kesepakatan gencatan senjata pula, Israel disebut setidaknya akan membebaskan 90 tahanan Palestina pada Minggu, yang sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak dari Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.
Juru bicara militer Hamas Abu Obeida mengatakan dalam pidatonya di televisi bahwa kelompok Palestina berkomitmen terhadap perjanjian tersebut, namun kelanjutan implementasinya akan bergantung pada sikap timbal balik Israel.
Di Israel sendiri, sebagian masyarakatnya dikabarkan menuntut pemerintah untuk senantiasa patuh terhadap perjanjian mengenai gencatan senjata dan seluruh isinya tersebut. Mereka bahkan berkumpul di Hostage Square menyaksikan dengan penuh emosional saat ketiga wanita itu berpindah tangan dari Palang Merah ke pasukan Israel.