Harga Sedang Naik, Serbuk Emas Ini Justru Dimuntahkan Gunung Berapi Secara Cuma-Cuma Senilai Rp90 Jutaan Per Hari
Gunung Api Erebus di Antartika unik karena memuntahkan serbuk emas setiap hari.
Di tengah harga emas yang terus meroket dan mencetak rekor tertinggi, tahukah Anda bahwa ada sebuah gunung berapi di Antartika yang justru memuntahkan serbuk emas setiap hari? Fenomena unik ini terjadi di Gunung Erebus, gunung berapi aktif tertinggi di benua beku tersebut.
Gunung ini terus menjadi perhatian para ilmuwan dan pecinta geologi. Pada perdagangan dunia 21 Juni 2025, harga emas di pasar spot menguat 0,66% di posisi USD 3.349,48 atau setara Rp 56.331.554,64 per troy ons. Sementara itu, Gunung Erebus terus memuntahkan debu emas ke udara, menciptakan paradoks menarik di tengah tingginya nilai logam mulia ini.
Lantas, apa yang membuat Gunung Erebus begitu istimewa, dan bagaimana proses "muntah emas" ini terjadi?
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai Gunung Api Erebus, gunung berapi unik yang menyimpan banyak fakta menarik.
Sekilas Tentang Gunung Api Erebus
Gunung Erebus adalah gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Ross, Antartika. Dengan ketinggian mencapai 3.794 meter, gunung ini menjadi yang tertinggi di Antartika. Erebus memiliki danau lava aktif di puncaknya yang telah menggelegak setidaknya sejak tahun 1972.
Aktivitas vulkanik inilah yang menjadi sumber utama serbuk emas yang dimuntahkannya. Gunung ini dinamai oleh Sir James Clark Ross pada tahun 1841, mengambil nama dari salah satu kapalnya, HMS Erebus.
Gunung Erebus memiliki sejarah panjang dalam penjelajahan Antartika dan menjadi lokasi penelitian penting bagi para ilmuwan dari berbagai negara. Selain keunikan geologisnya, Gunung Erebus juga menyimpan sejarah kelam.
Pada tahun 1979, pesawat Air New Zealand Penerbangan 901 jatuh di lereng gunung ini, menewaskan seluruh penumpangnya. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan penerbangan terburuk dalam sejarah Antartika.
Proses "Muntah Emas" Gunung Erebus
Fenomena unik Gunung Erebus adalah kemampuannya memuntahkan partikel emas ke udara. Debu emas ini berbentuk kristal metalik berukuran sangat kecil, kurang dari 20 mikrometer atau 0,02 mm. Total muntahan emas diperkirakan mencapai 80 gram per hari.
Emas ini terbawa oleh gas panas dari danau lava yang aktif di puncak gunung. Gas vulkanik ini mengandung berbagai unsur, termasuk emas, yang kemudian terlepas ke atmosfer saat terjadi erupsi. Meskipun jumlah emas yang dikeluarkan signifikan secara ilmiah, penting untuk diingat bahwa emas ini tersebar dalam jumlah kecil di dalam gas vulkanik.
Proses pengumpulan emas dari gas vulkanik ini akan sangat sulit dan tidak ekonomis. Oleh karena itu, meskipun Gunung Erebus terus memuntahkan emas setiap hari tidak mungkin untuk mengeksploitasi sumber daya ini secara komersial.
Kandungan Gas Vulkanik dan Bahayanya
Selain emas, Gunung Erebus juga mengeluarkan gas vulkanik lainnya yang mengandung unsur-unsur berbahaya. Timbal, arsenik, dan merkuri adalah beberapa contoh zat beracun yang terdapat dalam gas vulkanik gunung ini. Paparan terhadap gas-gas ini dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
Meskipun Gunung Erebus terletak di Antartika yang relatif jauh dari permukiman manusia, gas vulkanik yang dikeluarkan dapat terbawa oleh angin dan mempengaruhi kualitas udara di wilayah sekitarnya. Para ilmuwan terus memantau aktivitas vulkanik gunung ini untuk memahami potensi dampaknya terhadap lingkungan.
Aktivitas vulkanik Gunung Erebus juga dapat mempengaruhi iklim global. Gas-gas rumah kaca yang dikeluarkan selama erupsi dapat berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim. Oleh karena itu, penelitian tentang gunung berapi ini memiliki implikasi penting bagi pemahaman kita tentang sistem Bumi.
Nilai Ekonomis dan Penelitian Ilmiah
Meskipun sulit untuk dieksploitasi secara komersial, serbuk emas yang dimuntahkan Gunung Erebus memiliki nilai ekonomis yang signifikan. Dengan harga emas dunia yang terus meningkat, potensi nilai emas yang dikeluarkan setiap hari dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Namun, nilai utama Gunung Erebus terletak pada potensi penelitian ilmiahnya. Gunung berapi ini menjadi laboratorium alam yang unik bagi para ilmuwan untuk mempelajari proses vulkanik, geokimia, dan interaksi antara gunung berapi dan lingkungan es.
Penelitian di Gunung Erebus dapat memberikan wawasan berharga tentang sejarah Bumi dan proses yang membentuk planet kita. Gunung Erebus terus menjadi objek penelitian yang menarik bagi para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.