Berapa Banyak Cadangan Emas di Perut Bumi? Terungkap Fakta yang Mengejutkan
Segini banyak emas yang ada di perut Bumi. Ada yang tak bisa dijangkau manusia.
Emas kerap dianggap sebagai logam mulia yang berharga. Bahkan dianggap melimpah. Namun tahukah, pada kenyataannya hampir seluruh emas di Bumi justru tak bisa dijangkau manusia. Ia terkubur jauh di inti planet ini.
Mengutip LiveScience, Selasa (17/6), menurut para ahli geologi, hanya sekitar 0,5 persen dari total emas di Bumi yang tersedia di kerak dan permukaan Bumi. Sisanya terseret masuk ke pusat planet miliaran tahun lalu ketika Bumi masih berupa bola cair.
"Sebagian besar emas yang kita miliki saat ini bukan berasal dari Bumi itu sendiri, tapi dari meteor yang menghantam permukaan setelah kerak terbentuk," ujar Chris Voisey, ahli geologi dari Monash University.
Ia menjelaskan bahwa gravitasi menyebabkan logam-logam berat seperti emas tenggelam ke inti selama proses awal pembentukan Bumi. Saat ini, menurut World Gold Council, total emas yang pernah ditambang manusia mencapai sekitar 238.000 ton.
Jumlah itu cukup membentuk kubus emas seukuran 22 meter di setiap sisinya. Namun dari angka itu, sekitar 45 persen digunakan untuk perhiasan, 22 persen disimpan dalam bentuk batangan dan koin, serta 17 persen dikuasai bank sentral.
Konsentrasi emas dalam kerak Bumi hanya sekitar 0,004 gram per ton batuan. Bahkan, sebagian besar emas tersebar terlalu tipis atau berada terlalu dalam untuk bisa dijangkau teknologi pertambangan saat ini. Sementara itu, sisa emas yang masih tergolong cadangan ekonomis jumlahnya sekitar 70.000 ton, tersebar di negara-negara seperti Rusia, Australia, dan Afrika Selatan.
Perkiraan menunjukkan jika semua emas yang ada di inti Bumi bisa diambil, logam itu cukup untuk melapisi seluruh permukaan planet setebal setengah meter. Tapi karena letaknya terlalu dalam, jumlah itu tetap tak akan pernah bisa diakses manusia.
Para ilmuwan sepakat bahwa emas bukanlah sumber daya yang bisa diperbarui. Tidak ada pasokan tambahan signifikan dari luar angkasa sejak peristiwa Late Heavy Bombardment sekitar 4 miliar tahun lalu.
“Jumlah emas di Bumi tak berubah sejak miliaran tahun lalu. Kita hanya memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain,” tambah Voisey.
Dengan makin sedikitnya cadangan yang ekonomis dan langkanya sumber baru, emas bukan hanya simbol kekayaan, tapi juga warisan geologis dari sejarah paling awal pembentukan planet.