Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Warga Terkilir dari Puncak Gunung Api Banda
Tim SAR Gabungan sigap melakukan evakuasi warga yang mengalami cedera kaki di puncak Gunung Api Banda. Simak kisah penyelamatan heroik ini hingga korban kembali ke keluarga.
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang perempuan bernama Tiara (20) dari puncak Gunung Api Banda, Maluku Tengah, setelah mengalami cedera kaki terkilir. Korban, warga Desa Nusantara, Kecamatan Banda, dievakuasi setelah sebelumnya berencana bermalam di puncak gunung bersama rekan-rekannya. Kejadian ini menunjukkan kesigapan petugas dalam merespons situasi darurat di medan sulit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa kondisi korban membahayakan jiwa karena kakinya terkilir saat menuruni puncak gunung api. Informasi mengenai insiden ini diterima oleh Pos SAR Banda pada dini hari, memicu respons cepat dari tim penyelamat. Koordinasi yang baik antarunsur SAR menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Proses evakuasi yang berlangsung di tengah kegelapan dini hari tersebut berjalan lancar dan mengutamakan keselamatan korban serta tim. Setelah berhasil dievakuasi, korban segera diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Nusantara. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat melakukan aktivitas pendakian di alam bebas.
Kronologi Kejadian dan Respon Cepat SAR
Insiden bermula pada tanggal 7 Februari 2026, sekitar pukul 15.02 WIT, ketika Tiara bersama rekan-rekannya mendaki Gunung Api Banda. Mereka berencana untuk mendirikan tenda dan bermalam di puncak gunung yang memiliki ketinggian antara 640 hingga 658 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Namun, rencana camping dibatalkan karena salah seorang rekan yang membawa tenda tidak kunjung tiba di lokasi.
Saat memutuskan untuk kembali menuruni lereng gunung, Tiara mengalami musibah kakinya terkilir, membuatnya tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kondisi ini segera dilaporkan, dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon melalui Pos SAR Banda menerima informasi sekitar pukul 00.20 WIT pada tanggal 8 Februari 2026. Respon cepat langsung dilakukan untuk menyelamatkan korban.
Muhamad Arafah menegaskan bahwa tim segera dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat 4°31'23.40"S - 129°52'52.38"E. Jarak lokasi dari Pos SAR Banda sekitar 3,69 kilometer dengan arah barat daya. Personel SAR bergerak cepat untuk mencapai titik keberadaan korban.
Proses Evakuasi Penuh Tantangan di Gunung Api Banda
Tim SAR Gabungan berhasil tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.25 dini hari, setelah menempuh perjalanan yang menantang di medan pegunungan. Setibanya di sana, tim segera melakukan persiapan untuk mengevakuasi korban dengan tetap memperhatikan standar keselamatan yang tinggi. Proses evakuasi dilakukan dengan cermat untuk meminimalkan risiko lebih lanjut bagi korban maupun tim penyelamat.
Dengan kerja keras dan koordinasi yang solid, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Tiara. Alhamdulillah, pada sekitar pukul 04.40 dini hari, korban bersama tim penyelamat tiba dengan selamat di Desa Nusantara. Korban kemudian diserahkan langsung kepada pihak keluarga yang telah menanti dengan cemas.
Keberhasilan operasi evakuasi ini menunjukkan profesionalisme dan dedikasi Tim SAR Gabungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan matang dan mengantisipasi segala kemungkinan saat beraktivitas di alam bebas, terutama di daerah pegunungan yang memiliki risiko tinggi.
Sumber: AntaraNews