Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Tiga Pendaki Cedera dari Gunung Gamalama Ternate
Tim SAR Gabungan sukses mengevakuasi tiga pendaki yang mengalami cedera saat melakukan pendakian di Gunung Gamalama, Ternate. Operasi Evakuasi Pendaki Gunung Gamalama ini berlangsung dramatis akibat medan licin.
Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate bersama unsur terkait sukses mengevakuasi tiga pendaki. Mereka mengalami cedera saat mendaki hingga Pos 3 Gunung Gamalama, Kota Ternate. Insiden ini dilaporkan pada Sabtu malam.
Proses evakuasi dimulai setelah laporan diterima pada Sabtu (29/11) pukul 23.32 WIT. Para pendaki yang cedera berhasil ditemukan dan ditangani oleh Tim SAR Gabungan. Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai pihak terkait.
Ketiga korban, Susi H Bangsa, Rukia Kamarullah, dan Syahrul, semuanya berusia 25 tahun dan merupakan warga Kota Ternate. Mereka dievakuasi menuju bascamp Kelurahan Moya setelah melalui medan yang menantang. Keberhasilan Evakuasi Pendaki Gunung Gamalama ini patut diapresiasi.
Kronologi Penemuan dan Penanganan Korban
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan adanya perbedaan data awal. "Sesuai laporan awal kejadian terdapat hanya dua orang korban. Namun setelah tim tiba di LKP (Lokasi Kejadian Perkara) dan melakukan pendataan ulang ternyata terdapat tiga orang korban," kata Iwan Ramdani. Tim segera bergerak cepat untuk Evakuasi Pendaki Gunung Gamalama.
Setelah menerima informasi kejadian pada Sabtu (29/11) pukul 23.32 WIT, tim langsung diturunkan. Tim SAR Gabungan tiba di lokasi wisata Taman Love sekitar pukul 00.11 WIT. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pos 3 Gunung Gamalama.
Korban berhasil ditemukan di sekitar Pos 3 oleh tim yang lebih dahulu naik. Pada pukul 02.07 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil melakukan penanganan awal terhadap korban di Pos 2 jalur pendakian Gunung Gamalama. Penanganan ini krusial mengingat kondisi cedera para pendaki.
Tantangan Evakuasi di Medan Sulit
Proses Evakuasi Pendaki Gunung Gamalama menghadapi beberapa kendala signifikan. Iwan Ramdani mengakui bahwa tim harus beristirahat di Pos 1. Hal ini disebabkan oleh hujan deras yang membuat medan jalur pendakian menjadi sangat licin.
Selain medan yang licin, kondisi kaki para korban juga mengalami cedera. Faktor ini menambah kompleksitas operasi penyelamatan. Tim harus ekstra hati-hati saat membawa turun para pendaki dari ketinggian.
Keselamatan tim dan korban menjadi prioritas utama selama proses ini. Pukul 04.47 WIT, setelah kondisi memungkinkan, tim melanjutkan evakuasi korban. Perjalanan turun yang panjang dan menantang akhirnya membuahkan hasil positif.
Operasi Berakhir, Korban Selamat
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban ke "bascamp" Kelurahan Moya. Mereka tiba pada pukul 08.32 WIT setelah perjalanan panjang dari gunung. Keberhasilan ini menjadi kabar baik bagi keluarga dan pihak terkait.
Selanjutnya, ketiga korban diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu. Mereka dalam keadaan selamat meskipun mengalami cedera. Dengan selesainya operasi Evakuasi Pendaki Gunung Gamalama ini, operasi SAR dinyatakan selesai.
Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Keterlibatan berbagai pihak sangat membantu kelancaran proses ini. Kerjasama tim gabungan adalah kunci sukses operasi.
Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi itu antara lain:
- Kantor SAR Ternate
- Kelompok Pencinta Alam Kota Ternate
- Babinsa dan Bhabinkamtibnas setempat
- Pemerintah Kelurahan Moya
- Masyarakat Kelurahan Moya
- Keluarga korban
Sumber: AntaraNews