Detik-Detik Brigade Al-Qassam Menyergap Konvoi Kendaraan Militer Israel, Bantuan Tentara Datang Sekalian Digulung
Momen saat pejuang Hamas menyerang tentara Israel dari dalam semak-semak.
Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, melakukan penyergapan terhadap pasukan pendudukan Israel di sebelah timur Beit Hanoun di Gaza utara pada Minggu, 20 April 2025 lalu.
Operasi militer tersebut mereka juluki sebagai 'Breaking The Sword', dengan menargetkan kendaraan militer Israel yang digunakan oleh Batalyon Intelijen Tempur Divisi Gaza hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Dilansir dari Instagram @middleeasteye, membagikan video merekam detik-detik saat para anggota Brigade Al-Qassam bersembnyi di semak-semak menanti konvoi rombongan tentara Israel.
Dalam keterangan video, militer Israel disebut awalnya akan menyerang truk pembawa bantuan yang sebelumnya melintas lebih dulu. Terlihat mereka melakukan konvoi di belakang truk menggunakan kendaraan dengan bendera Israel yang dikibarkan.
Brigade Al-Qassam kemudian menyerang mereka dengan cara menembaki kendaraan yang ditumpangi tentara Israel dari dalam semak-semak.
Dengan berani, mereka juga perlahan maju sembari terus menembaki hingga kendaraan akhirnya terbalik. Bantuan pasukan zionis kemudian diterjunkan ke lokasi. Namun mereka pun langsung digulung oleh Brigade Al-Qassam.
"Operasi melibatkan penargetan kendaraan militer Israel, diikuti oleh serangan terhadap pasukan pendukung yang tiba di lokasi kejadian dengan menggunakan alat peledak antipersonel," tulis keterangan.
Al-Qasam Serang Militer Israel
Melansir dari almayadeen, disebutkan jika Al-Qassam mengonfirmasi telah menargetkan pos militer Israel yang baru didirikan di area penyergapan dengan empat peluru RPG diikuti oleh tembakan mortir.
Mereka juga merilis video rekaman menunjukkan serangan terhadap kendaraan pendudukan yang menyerang di dekat lingkungan al-Tuffah di sebelah timur Kota Gaza. Media Israel mengakui tewasnya seorang tentara Israel dan empat lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Saluran KAN Israel mengatakan, bahwa "insiden" di Gaza utara terjadi di dekat lokasi yang dikunjungi oleh Perdana Menteri Israel Netanyahu dan Menteri Keamanan Israel Katz, pekan lalu.
Mantan perwira intelijen Israel Michael Milstein kemudian mengungkapkan pendapatnya tentang rakyat Palestina. Dia menyebut bahwa yang memperkuat ketahanan Hamas adalah keyakinan ideologisnya yang memungkinkannya bertahan sampai akhir.
"Pejuang Hamas siap bertempur sampai akhir," ungkapnya dikutip dari almaydeen (23/4/2025).
Sementara itu, Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), menerbitkan rekaman yang mendokumentasikan para pejuangnya merebut dua pesawat drone militer Israel saat mereka sedang melakukan misi pengintaian di langit Kota Gaza.
Hal ini terjadi saat Israel terus meningkatkan serangannya ke Gaza, menggusur dan membunuh puluhan ribu orang serta memperburuk krisis kemanusiaan di daerah kantong tersebut.