Cerita Kang Demul Dua Kali Ditampar Guru Kini Jadi Gubernur "Bagaimana Kalau Empat Kali?"
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ternyata memiliki pengalaman tak terlupakan semasa duduk di bangku SMA.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ternyata memiliki pengalaman tak terlupakan semasa duduk di bangku Sekolah Menengah Atas alias SMA. Siapa sangka, pria yang kini menjadi orang nomor satu di Jabar ini mengaku pernah mendapat hukuman dari guru.
Dia dilempar batu hingga ditampar dua kali lantaran suatu hal. Kini, cerita menegangkan itu berubah menjadi pengundang tawa.
Bahkan dia berujar, jika pukulan sang guru seolah menjadi doa dan dukungan tersendiri hingga akhirnya dia sukses dilantik jadi Gubernur. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Cerita Nostalgia Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam suatu kesempatan bertemu langsung dengan salah satu guru agama SMA dirinya di sebuah ruangan. Pertemuan itu pun turut dihadiri sejumlah pihak lain hingga Dedi mulai bercerita mengenai masa lampaunya saat duduk di bangku SMA.
Salah satu momen istimewa yang masih terekam jelas di ingatan Dedi Mulyadi ialah soal hukuman dari sang guru bernama Pak Anang.
Ceritanya pun diawalinya dengan memperkenalkan sosok sang guru di hadapan banyak tamu. Kala itu, Dedi langsung menuturkan momen nostalgia yang membuatnya diburu oleh Pak Anang.
Siapa sangka, dulu Dedi ternyata pernah menjadi salah satu siswa yang cukup usil. Dia mengaku pernah berpenampilan bak salah satu tokoh dalam film populer di masa lampau hingga tak mengikuti upacara bendera karena terlambat.
"Terima kasih nih. Ini saya perkenalkan, ini tuh guru SMA saya, namanya Pak Anang, galak loh. Saya pernah ditampar pakai batu. Jadi saya dulu ikut-ikutan film Lupus, rambut saya pakaikan permen karet terus saya kesiangan upacara jadi diam," katanya dikutip dari keterangan unggahan akun Instagram @dedimulyadi71.
Persembunyiannya pun secara tiba-tiba diketahui Pak Anang hingga membuatnya dijatuhi hukuman. Sang guru melempar batu hingga menamparnya sebanyak dua kali.
"Lah tahu-tahu datang Pak Anang lempar saya pakai batu, pas saya lari ketangkap jadi ditampar dua kali," sambungnya.
Momen nostalgia yang dikenang pria dengan sapaan Demul ini sontak mengundang tawa lepas di kalangan para tamu hingga Pak Anang sendiri kala itu.
Dalam kesempatan itu pula, Pak Anang turut memberi isyarat seolah memohon maaf lantaran sikapnya di masa lampau yang memberi hukuman cukup berat bagi Dedi.
Alih-alih menerima, Dedi justru enggan jika sang guru melontarkan permintaan maaf.
"Ih enggak apa-apa pak, enggak masalah," ujarnya.
Demul menambahkan dengan nada guyonan, tamparan dua kali oleh sang guru pun terbukti cukup ampuh membuatnya menjadi Gubernur Jawa Barat. Sembari terkekeh, Dedi menuturkan tak tahu bakal menjabat posisi penting apa jika sang guru menamparnya empat kali.
"Itu saya ditampar dua kali saja jadi Gubernur, kalau empat kali enggak tahu jadi apa," katanya, disambut riuh gelak tawa dari seisi ruangan.
Dedi Mulyadi Terpilih jadi Gubernur Jabar
Seperti yang diketahui, Dedi Mulyadi telah resmi dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat. Dia berhasil memenangkan Pilkada Jabar 2024. Acara pelantikan pun berlangsung dalam rangka pelantikan Kepala Daerah serentak yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada hari Kamis, 20 Februari 2025 lalu.
Dalam dunia politik, Dedi Mulyadi memiliki pengalaman yang cukup signifikan. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, dia telah menjalani dua periode sebagai Bupati Purwakarta dari tahun 2008 hingga 2018.
Setelah masa jabatannya sebagai Bupati, Dedi Mulyadi melanjutkan karirnya sebagai anggota DPR RI untuk periode 2019-2024, mewakili daerah pemilihan Jawa Barat VII, dan aktif di Komisi VI DPR.