Kisah Cinta Pertama Dedi Mulyadi Kirim Surat Wangi hingga Boncengan Motor GL Pro dengan Kokom
Momen haru dan penuh nostalgia itu terjadi saat sang wanita datang langsung ke rumahnya, disambut dengan senyum bahagia.
Pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan hingga suratnya tak dibalas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya dipertemukan kembali dengan wanita pujaannya semasa SMA.
Momen haru dan penuh nostalgia itu terjadi saat sang wanita datang langsung ke rumahnya, disambut dengan senyum bahagia.
Kisah nostalgia tentang cinta pertamanya saat masa remaja. Sosok wanita itu bernama Kokom, teman semasa sekolah yang sempat mencuri hatinya ketika duduk di bangku SMA.
Dalam akun Tik Tok jabarpetarung, seperti dikutip merdeka.com, Kamis (28/8), Dedi Mulyadi terlihat bahagia ketika Kokom datang.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan itu, Dedi menyapa Kokom dengan akrab, bahkan mengenang masa ketika ia sempat menyukai gadis asal Nyalindung tersebut.
"Selamat datang... Kokom ya? Dulu hidungnya mancung pisan. Rumahnya di Nyalindung kan?" sapa Dedi dengan senyum.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momen reuni yang telah lama dinantikan. Dedi dan Kokom menyadari bahwa mereka sudah tidak bertemu selama lebih dari tiga dekade sejak lulus SMA. Dedi lulus pada 1990, sementara Kokom satu tahun setelahnya.
Salah satu kisah yang menarik adalah ketika Dedi mengantar Kokom pulang naik motor GL Pro milik kakaknya. Ia masih ingat betul bagaimana motor itu digunakan diam-diam, meski ia belum memiliki SIM saat itu.
"Itu motor kakak saya. Waktu itu saya boncengin Kokom dari Purwadadi ke Nyalindung. Saya belum punya SIM, berarti itu melanggar aturan lalu lintas," kenangnya sambil tertawa.
Selain kisah mengantar pulang, Dedi juga mengungkap bahwa dirinya pernah mengirim surat cinta kepada Kokom semasa sekolah. Surat itu, katanya, ditulis dengan tinta penuh hiasan dan diberi wangi-wangian khas surat cinta anak muda pada masa itu.
"Saya pernah kirim surat, wanginya kubanget, ada tulisan love-love. Tapi enggak dibalas," ucap Dedi.
Kokom pun membenarkan hal tersebut. Surat itu memang diterima, namun tidak pernah dibalas. Bagi Dedi, meski cintanya kala itu tidak berbalas, ia tetap menyimpan memori itu sebagai bagian manis dari masa mudanya.
"Bener kan bahwa saya pernah kirim surat sama Kokom? Tapi tidak dibalas kan?" ujar Dedi, yang langsung diiyakan oleh Kokom.