Cara Pilih Popok agar Kulit Bayi Sehat, Cegah Ruam dan Iritasi
Kombinasi antara keringat, urine, dan paparan lembap yang berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi, sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.
Kulit bayi yang masih baru lahir sangat sensitif dan mudah terpengaruh oleh berbagai gangguan, seperti ruam popok, kemerahan, dan iritasi. Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, risiko tersebut cenderung lebih tinggi. Suhu yang panas dan kelembapan yang tinggi dapat membuat area kulit yang tertutup popok bayi menjadi lembap dan berkeringat dalam waktu yang lama. Kombinasi dari keringat, urine, dan paparan lembap yang berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Dokter spesialis anak, Annisa Nur Aini dari RS Brawijaya Saharjo, mengatakan kondisi ini dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan mengganggu kualitas tidurnya.
“Pemilihan popok yang tepat sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit dan kualitas tidur bayi,” ungkap Annisa dalam keterangan tertulis.
Dia menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih popok sekali pakai. Pertama, popok harus memiliki daya serap tinggi; ini penting agar popok dapat menyerap urine dengan cepat dan mendistribusikannya secara merata, sehingga tidak menumpuk di satu titik dan mengakibatkan kulit tetap lembap. Kedua, sirkulasi udara yang baik juga sangat penting; popok yang terbuat dari bahan berpori dapat membantu kulit tetap 'bernapas', sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya ruam dan kemerahan. Terakhir, produk yang telah teruji aman untuk kulit bayi dapat membantu meminimalkan risiko alergi dan iritasi.
Inovasi popok dapat Menjaga Kesehatan Kulit Bayi
PT Lucky Mom Indonesia (LMI) baru saja memperkenalkan inovasi terbarunya, yaitu Makuku Skin Health. Ini adalah popok sekali pakai yang dirancang khusus untuk menjaga kesehatan kulit bayi. Popok ini memiliki desain bantalan timbul yang adaptif, sehingga dapat mengurangi kontak langsung dengan kulit bayi hingga 50 persen. Selain itu, Makuku Skin Health juga dilengkapi dengan lapisan Acquisition Distribution Layer (ADL) yang memiliki daya serap dua kali lebih cepat, sehingga dapat menjaga kulit bayi tetap kering selama 12 jam.
Inovasi dari LMI ini diharapkan dapat memberikan perlindungan ekstra bagi kulit bayi, yang memang sangat sensitif. Dengan teknologi terbaru ini, para orang tua dapat merasa lebih tenang karena popok ini dirancang untuk menjaga kesehatan kulit bayi mereka. Desain yang ergonomis dan fitur-fitur canggih dari Makuku Skin Health menjadikannya pilihan yang tepat untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti yang dinyatakan, Makuku Skin Health memiliki desain bantalan timbul adaptif untuk meminimalkan kontak langsung dengan kulit bayi hingga 50 persen.
Hasil Pengujian Dermatologis Dilakukan di Jerman
Produk ini telah menjalani pengujian dermatologis di Jerman oleh Dermatest, lembaga independen yang memiliki standar internasional. Hasil dari pengujian selama 72 jam pada berbagai tipe kulit menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi yang terdeteksi. Berdasarkan hasil tersebut, produk ini berhasil meraih predikat Excellent dan mendapatkan sertifikasi Dermatologically Tested.
"Kami mengerti bahwa menjaga kulit bayi tetap kering dan terhindar dari iritasi merupakan salah satu prioritas utama bagi orang tua, terutama di malam hari. Dengan inovasi ini, kami ingin memberikan dukungan kepada orang tua agar lebih tenang dan percaya diri dalam merawat anak mereka," ujar Sulistyowati, Head of Marketing Makuku Indonesia.