Baru 2 Bulan Menikah Ditangkap Israel, Pria Palestina ini Bertahan Disiksa 25 Tahun di Penjara Demi Cinta pada Istrinya
Salah seorang bekas tahanan Palestina mengungkap pengalamannya di penjara Israel yang begitu menyayat hati.
Salah seorang warga Palestina yang baru saja dibebaskan dari penjara Israel mengungkap pengalaman pribadinya yang begitu menyayat hati. Usai gencatan senjata antara Hamas dengan Israel diberlakukan dan pembebasan tawanan dilakukan, dia akhirnya bisa kembali ke Gaza usai menjadi tawanan selama 25 tahun.
Sungguh luar biasa. Dia bertahan disiksa oleh tentara Israel di dalam penjaran demi mempertahankan cincin kawin. Saat bertemu dengan sang istri, keduanya dibanjiri rasa haru.
Kesetiaan sang istri membuatnya begitu terkejut. Dalam keterangannya, dia mengaku tak mampu membalas segala jerih payah sang istri merawat cinta keduanya hingga kini kembali bersama. Berikut ulasan selengkapnya.
Pria Palestina Kembali ke Istri
Kebahagiaan yang bercampur aduk dengan haru terpancar dari wajah Ali Sabih dan sang istri. Belum lama ini usai gencatan senjata disepakati antara pejuang Hamas dan Israel, Ali menjadi salah satu tawanan Palestina yang akhirnya dapat menghirup udara bebas.
Saat ditemui perwakilan kantor berita Inggris Middle East Eye di Gaza, Kamis (30/1) lalu, Ali mengungkapkan pengalaman pribadinya yang begitu menyakitkan semasa dipenjara Israel.
Ali menjadi salah satu saksi atas kekejaman pasukan Israel. Bagaimana tidak, dia ditahan sejak dirinya baru saja resmi menyandang status sebagai seorang kepala rumah tangga selama dua bulan.
"Saya ditahan sejak dua bulan setelah kami menikah. Hari ini, momen kelahiran kembali untuk kami berdua telah tertulis," ungkapnya, demikian dikutip dari keterangan unggahan dalam akun Instagram @middleeasteye.
Ali yang kemudian dibebaskan pasca kesepakatan gencatan senjata akhirnya dapat bertemu kembali dengan sang istri. Namun pertemuan untuk pertama kalinya usai ditawan selama 25 tahun itu membuat Ali begitu terkejut.
Dia kaget lantaran sang istri dengan kesetiaannya menanti dirinya kembali. Rupanya, kesetiaannya sendiri terhadap sang istri berbuah manis.
Dia sendiri turut menjaga simbol ikatan suci keduanya dengan sekuat tenaga selama di penjara. Selama hampir tiga dekade, dia rela bertahan dan mendapat siksaan dari pasukan Israel demi menjaga cincin kawinnya dengan sang istri.
"Tidak peduli terhadap apa yang saya katakan atau lakukan untuk dia, hal itu tak akan pernah cukup. Itulah mengapa saya berusaha menjaga cincin kawinnya agar tetap aman selama 25 tahun pendudukan sehingga aku bisa memberi cincinnya ke dia hari ini," tegasnya.
Kini, dia bersyukur dapat berkumpul kembali dengan sang istri. Bahkan, dia menyampaikan terima kasih mendalamnya kepada takdir Tuhan hingga dapat bersatu kembali dalam ikatan pernikahan dengan sang istri tercinta.
"25 tahun mereka (Israel) menahan, memukul, dan menghancurkan saya hanya untuk membuang cincin ini. Aku memegangnya, aku bersikeras memberikannya padanya. Aku bersyukur kepada Tuhan, terima kasih Tuhan. Aku juga berterima kasih kepadanya untuk kesabaran dan dedikasinya. Aku berterima kasih karena dia telah berjuang dalam kesedihannya untuk menahan diri tidak mengunjungiku," katanya.
Beri Ungkapan Menyentuh Hati
Dalam keterangannya di hadapan sang istri, bahkan Ali tak segan memberi ungkapan romantis nan menyentuh hati. Dia berujar jika dirinya bakal menjadi sosok pasangan yang selalu hadir bagi sang istri.
"Selama 25 tahun, dia berjuang telah memasak, menjalani hidup sendiri. Jadi hari ini untuk 25 tahun berikutnya, aku yang akan mencuci, memasak, dan melakukan segalanya untuknya," ujarnya.
Hal itu diungkapnya dengan wajah bergembira kendati kondisi fisiknya kini tak lagi sama lantaran penyiksaan keji yang diperolehnya semasa menjadi tawanan Israel.
"Maaf karena mereka telah menyerangku dan membuatku tak lagi bisa mendengar," tambahnya.
Banjir Apresiasi & Doa
Kisah kesetiaan Ali Sabih dan sang istri membuat keduanya banjir apresiasi. Tak sedikit pula di antara warganet di seluruh penjuru dunia yang menyematkan doa baik bagi keduanya di masa mendatang.
"Cinta mereka adalah tindakan perlawanan ♥️🍉," tulis akun @littlehazel444
"Ya Tuhan, pria apa ini dan wanita apa?!??! Aku bahkan tidak bisa, hatiku meledak 🥰," tulis akun @thepunctuationlady
Orang tercantik di muka bumi ini berasal dari Palestina," tulis akun @peaceharmonymom
"Mereka berdua berhak hidup damai seumur hidup bersama," tulis akun @emilybaxterpriest
"Semoga suatu hari Allah memberi mereka kesempatan untuk mengalami semua momen kegembiraan di bawah sinar matahari kemerdekaan," tulis akun @nansaze
Sebelumnya, Hamas dan Israel diketahui telah berhasil mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata di Gaza. Kesepakatan gencatan senjata ini juga mencakup pembebasan tahanan atau sandera yang telah ditahan.
Dilansir dari Al Jazeera, sekitar 30 orang tawanan Israel yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan.
Sebagai gantinya, Israel juga akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina yang mereka tangkap tanpa sebab dan tak melalui proses hukum. Banyak dari warga Palestina yang ditangkap Israel tanpa sebab telah mendekam puluhan tahun di penjara zionis dengan berbagai siksaan yang begitu keji.
Tercatat, di antara warga Palestina yang dibebaskan terdapat sekitar 1000 orang yang ditahan setelah 7 Oktober 2023.
Israel nantinya juga akan menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza di tahap pertama atau enam minggu pertama gencatan senjata. Israel juga akan mengizinkan warga sipil untuk kembali ke rumah mereka di wilayah utara yang terkepung.