5 Manfaat Biji Pepaya untuk Kesehatan Pencernaan dan Organ Vital yang Jarang Diketahui
Pepaya adalah buah yang bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan karena kaya akan serat dan mengandung enzim alami bernama papain.
Pepaya adalah buah yang bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan karena kaya akan serat dan mengandung enzim alami bernama papain. Namun, saat menikmati pepaya, bijinya sering kali dibuang karena dianggap sebagai limbah dapur yang tidak berharga.
Padahal, biji pepaya yang kecil dan memiliki rasa pahit ini menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang sangat berharga. Menurut Health, ahli gizi Stacey Woodson menyatakan bahwa selain buahnya yang kaya akan vitamin, biji pepaya juga memiliki khasiat yang tidak kalah penting.
"Meskipun buahnya menawarkan nutrisi seperti vitamin A dan C, kalium, kalsium, serta serat, biji yang sering dibuang justru menyimpan keajaiban kesehatan tersendiri," ungkap Woodson.
Biji pepaya bisa dimakan langsung atau diolah menjadi suplemen makanan. Namun, rasa pahit dan pedas dari biji ini sering kali membuat banyak orang enggan untuk mengonsumsinya. Ahli gizi Jennifer A. Wagner menyarankan bahwa biji pepaya dapat diolah untuk mengurangi rasa pahitnya, misalnya dengan menambahkannya ke dalam smoothie, camilan, atau salad.
"Biji pepaya dapat ditambahkan ke dalam smoothie, campuran makanan ringan, dan bahkan digunakan sebagai pelengkap salad," jelas Wagner. Berikut adalah beberapa manfaat biji pepaya bagi kesehatan:
1. Berpotensi Bersifat Antiparasit
Biji pepaya secara ilmiah dapat dimakan dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Meskipun banyak orang cenderung membuang biji ini karena penampilan dan rasanya yang kurang menarik, biji pepaya menyimpan potensi yang besar.
Salah satu khasiat biji pepaya adalah kemampuannya dalam melindungi tubuh dari parasit.
"Biji pepaya mengandung banyak senyawa biokatif seperti benzyl isothiocyanate (BiTC) dan carpain yang diyakini dapat membunuh parasit usus," ungkap Wagner.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 terhadap lebih dari 300 anak di Kenya menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi bubur yang dicampur biji pepaya mengalami pengurangan signifikan terhadap parasit Ascaris lumbriocoides (cacing gelang).
"Namun, bukti terkini mengenai manfaat antiparasit masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian yang lebih komprehensif," tambah Woodson.
2. Kaya Antioksidan
Menurut Woodson, biji pepaya memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, terutama senyawa fenolik dan flavonoid yang meningkat seiring dengan kematangan buah. Selain itu, biji ini juga mengandung senyawa lain seperti quercetin, rutin, dan kaempferol, yang berperan dalam mencegah kerusakan sel.
"Mereka membantu menetralkan radikal bebas --- senyawa oksidatif yang dapat menyebabkan kondisi kronis seperti penyakit jantung dan kanker tertentu," jelas ahli diet sekaligus pendiri Bettr Full, Nicole Randazzo.
Sebuah kajian yang dilakukan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa pepaya, termasuk bijinya, memiliki sifat antikanker yang signifikan.
3. Mendukung Kesehatan Usus
Kandungan enzim yang berhubungan dengan proses pencernaan dalam biji pepaya dapat berkontribusi pada kesehatan usus.
"Enzim pencernaan papain dan chymopapain yang terdapat dalam biji pepaya berfungsi seperti asisten alami, membantu tubuh Anda dalam memecah nutrisi dengan lebih efisien serta mendukung kesehatan usus yang optimal dan keselarasan pencernaan," ungkap Woodson.
Selain itu, "Papain membantu memecah protein sehingga tubuh dapat lebih mudah mencerna, menyerap, dan memanfaatkan nutrisi," tambah Wagner.
Di samping itu, biji pepaya juga berpotensi mengurangi ketidaknyamanan pada pencernaan, seperti rasa nyeri, kembung, atau gas setelah makan.
4. Anti Peradangan
Biji pepaya mengandung senyawa kaya antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
"Polifenol dan flavonoid yang ada dalam biji pepaya berperan dalam meredakan pembengkakan dan iritasi di dalam tubuh," jelas Wagner.
Meskipun peradangan diperlukan untuk melawan infeksi dan menyembuhkan luka, jika terjadi secara berkelanjutan, hal ini dapat memberikan tekanan pada sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis.
5. Dapat Berkontribusi pada Kesehatan Hati dan Ginjal
Biji pepaya dipercaya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan hati dan ginjal. Menurut Woodson,
"Kandungan antioksidan yang melimpah di dalamnya berpotensi membantu mencegah kerusakan sel sekaligus menjaga fungsi organ agar tetap optimal," hal ini didukung oleh hasil penelitian.
Beberapa senyawa yang terdapat dalam biji pepaya, seperti quercetin, diketahui efektif dalam mengurangi peradangan pada hati berdasarkan studi yang dilakukan pada hewan. Selain itu, kaempferol yang terkandung dalam biji pepaya juga terbukti memberikan perlindungan bagi ginjal.
Meskipun berbagai bukti manfaat biji pepaya telah ditunjukkan melalui penelitian ini, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memahami secara mendalam mekanisme perlindungan yang ditawarkannya.