3 Amalan Puasa Sunnah Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Ada Salah Satunya yang Bisa Meleburkan Dosa
Jelang Hari Raya Idul Adha, terdapat 3 amalan puasa sunnah yang sangat dianjurkan.
Hari Raya Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam. Selain ibadah kurban, ada amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan menjelang hari raya ini. Salah satunya adalah puasa sunnah. Ada tiga jenis puasa sunnah yang bisa dilakukan sebelum Idul Adha. Apa saja itu dan bagaimana bacaan niatnya?
Puasa sunnah sebelum Idul Adha ini memiliki keutamaan yang besar. Ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, puasa ini juga menjadi sarana untuk melatih diri dalam menahan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan.
Melansir dari berbagai sumber, berikut merdeka.com ulas secara lengkap mengenai tiga amalan puasa sunnah menjelang Idul Adha yang bisa dikerjakan. Termasuk bacaan niatnya, keutamaan masing-masing puasa, serta amalan sunnah lainnya yang bisa dilakukan untuk menyempurnakan ibadah di hari raya kurban.
1. Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)
Puasa Dzulhijjah dilaksanakan pada tujuh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah sendiri adalah bulan yang istimewa dalam kalender Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai-Nya daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Karena itu, puasa pada hari-hari ini sangat dianjurkan.
Melaksanakan puasa Dzulhijjah termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan tersebut. Ini menjadikannya amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Dengan berpuasa, seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala yang berlipat ganda dan meningkatkan derajat ketakwaannya di sisi Allah.
Berikut adalah lafal niat puasa Dzulhijjah dalam bahasa Arab dan artinya:
"Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta'ala"
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala".
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Nama Tarwiyah sendiri diambil karena pada hari ini, jamaah haji mulai mempersiapkan diri untuk menuju Arafah. Meskipun tidak sedang menunaikan ibadah haji, umat Islam tetap dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah karena keutamaannya yang besar.
Ada riwayat yang menyebutkan bahwa puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Meski derajat haditsnya masih diperdebatkan, namun tidak ada salahnya untuk melaksanakan puasa ini sebagai bentuk ikhtiar untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Berikut adalah lafal niat puasa Tarwiyah dalam bahasa Arab dan artinya:
"Nawaitu shouma yaumi tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala"
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala".
3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Keutamaan puasa Arafah sangatlah besar, bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Dengan melaksanakan puasa Arafah, seorang muslim berkesempatan untuk mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT. Ini menjadi momen yang tepat untuk membersihkan diri dari segala kesalahan dan memulai lembaran baru yang lebih baik.
Berikut adalah lafal niat puasa Arafah dalam bahasa Arab dan artinya:
"Nawaitu shouma yaumi arafah sunnatan lillahi ta'ala"
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala".
Amalan Sunnah Lainnya Menjelang Idul Adha
Selain puasa, ada beberapa amalan sunnah lainnya yang bisa dikerjakan menjelang Idul Adha:
- Tidak makan sebelum sholat Idul Adha: Dianjurkan untuk tidak makan sejak fajar hingga selesai melaksanakan sholat Idul Adha.
- Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian: Berpenampilan rapi dan bersih saat pergi sholat Idul Adha merupakan bentuk penghormatan terhadap hari raya.
- Menghadiri sholat Idul Adha: Sholat Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam. Dianjurkan bagi seluruh umat Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, untuk menghadiri sholat Idul Adha.
- Berkurban: Ibadah kurban merupakan inti dari perayaan Idul Adha. Dengan berkurban, seorang muslim menunjukkan rasa syukur dan ketaatannya kepada Allah SWT.
Dengan melaksanakan amalan-amalan sunnah ini, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah di hari raya Idul Adha. Selain itu, amalan-amalan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Penting untuk diingat bahwa pada tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha) dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), umat Islam dilarang untuk berpuasa. Setelah melaksanakan sholat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk segera menyantap hidangan yang telah disiapkan, terutama daging kurban.