UMKM Naik Kelas, Digitalisasi Jadi Kunci Ekonomi Jakarta
Netzme dorong digitalisasi UMKM di Jakarta lewat QRIS dan edukasi. Pemprov DKI tekankan kolaborasi sebagai kunci ekonomi inklusif.
Upaya mendorong digitalisasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
Langkah ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekonomi inklusif sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha di era digital.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
Menurutnya, setiap warga harus memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Boleh kita semua berbeda, tetapi dipersatukan oleh kesetiaan untuk tidak pernah menyerah mencintai Jakarta. Kita ingin memastikan semua warga punya tempat, semua punya ruang, dan semua punya harapan di kota ini,” ujarnya.
Dalam konteks ekonomi digital, sinergi dengan berbagai mitra menjadi krusial untuk memperluas akses teknologi bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor informal seperti pedagang pasar.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut ditunjukkan oleh Netzme yang mendapat penghargaan sebagai Mitra Kolaborator Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam ajang Malam Halal Bihalal Jakarta 2026.
Apresiasi ini diberikan atas kontribusi Netzme dalam mendorong digitalisasi UMKM melalui program Jakpreneur serta pendampingan pedagang di bawah naungan Perumda Pasar Jaya.
21 Pasar Dapat Edukasi
Hingga April 2026, sebanyak 21 pasar di Jakarta telah mendapatkan edukasi serta implementasi sistem digital dari Netzme.
Program ini mencakup pengenalan teknologi pembayaran non-tunai hingga pendampingan penggunaan aplikasi keuangan.
Chief Commercial Officer Netzme, Bayu Wijanarto, menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu inovasi yang dihadirkan adalah QRIS Soundbox Netzme, perangkat yang memberikan notifikasi suara secara real-time setiap kali terjadi transaksi. Teknologi ini dirancang untuk membantu pedagang pasar tradisional agar lebih percaya diri dalam menerima pembayaran digital.
“Melalui QRIS Soundbox dan edukasi berkelanjutan, kami ingin memastikan pedagang pasar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi finansial,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Menurut Bayu, pendekatan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana pelaku usaha kecil memiliki akses yang setara terhadap teknologi.