Stephen Hawking Sempat Sindir Paus di Vatikan soal Asal Usul Alam Semesta
Berikut cerita Stephen Hawking pernah menyindir Paus gara-gara ucapan ini.
Ada sebuah kisah unik yang terjadi dalam kehidupan ilmuwan, Stephen Hawking. Ilmuwan yang menyebut dirinya atheis itu, disebut-sebut menghadiri konferensi ilmiah hingga akhir hayatnya, termasuk dalam forum Akademi Ilmu Pengetahuan Kepausan di Vatikan.
Di tempat itu, ia pernah menjalin dialog unik dengan para pemimpin Gereja Katolik. Ia tercatat pernah bertemu dengan tiga Paus berbeda: Yohanes Paulus II, Benediktus XVI, dan Fransiskus.
Mengutip NewsWeek, Kamis (26/6), dalam salah satu kenangannya, Hawking mengungkap pertemuannya dengan Paus Yohanes Paulus II pada awal 1980-an.
Saat itu, menurut Hawking, sang Paus menyarankan agar para ilmuwan tidak meneliti penciptaan alam semesta karena dianggap sebagai “wilayah Tuhan”. Hawking yang baru saja mempresentasikan makalah tentang asal-usul alam semesta hanya bisa menanggapinya dengan humor.
“Saya tidak ingin bernasib seperti Galileo dan diserahkan ke Inkuisisi,” selorohnya.
Meski bersikap skeptis terhadap agama, Hawking tetap menghargai sains sebagai jembatan dialog. Pada tahun 2016, ia kembali berbicara di hadapan para akademisi Vatikan, memaparkan teori “no-boundary proposal” yang ia kembangkan bersama James Hartle.
Dalam pendekatan kosmologinya, Hawking menyatakan bahwa menanyakan “apa yang terjadi sebelum Big Bang” adalah hal yang tidak bermakna.
“Karena waktu sendiri belum ada sebelum Big Bang, maka tak ada acuan untuk mendefinisikan 'sebelum',” jelasnya dalam pertemuan tersebut.
Hawking tetap teguh pada pandangannya bahwa alam semesta dapat dijelaskan tanpa melibatkan Tuhan sebagai pencipta. Namun, kehadirannya di Vatikan menandai betapa ia membuka ruang dialog antara sains dan keyakinan, meski kerap berbeda pandangan secara fundamental.