Ilmuwan Klaim Temukan Sisa Ledakan Lubang Hitam di Bumi, Ini Buktinya
Penemuan ini berangkat dari teori fisikawan ternama, Stephen Hawking terkait lubang hitam.
Para ilmuwan mengklaim menemukan sisa-sisa lubang hitam di Bumi. Penemuan ini berangkat dari teori fisikawan ternama, Stephen Hawking terkait lubang hitam. Salah satu gagasan Hawking yang paling terkenal ialah ledakan Big Bang mungkin telah membanjiri alam semesta dengan lubang hitam kecil.
Menurut Hawking, ledakan Big Bang mungkin telah membanjiri alam semesta dengan lubang hitam kecil. Gagasan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana lubang hitam terbentuk dan berevolusi. Hawking juga menemukan lubang hitam tidak sepenuhnya hitam. Melalui interaksi kompleks antara cakrawala peristiwa lubang hitam dan medan kuantum ruang-waktu, lubang hitam dapat memancarkan radiasi secara perlahan. Fenomena ini dikenal sebagai radiasi Hawking.
Penemuan ini sangat revolusioner karena menantang pandangan sebelumnya bahwa lubang hitam adalah objek yang tidak memancarkan apa pun. Radiasi Hawking menyiratkan bahwa lubang hitam dapat menguap dan akhirnya menghilang. Semakin kecil ukuran lubang hitam, semakin besar energi radiasi yang dipancarkannya. Akhirnya, lubang hitam dapat meledak dalam semburan partikel berenergi tinggi.
Namun, apakah hal ini berarti bahwa sisa lubang hitam dapat ditemukan di Bumi?
Kolaborasi ilmiah Eropa KM3NeT yang menggunakan detektor bawah laut di lepas pantai Prancis, Italia, dan Yunani mengumumkan penemuan sebuah neutrino dengan energi luar biasa pada Februari 2025.
Neutrino ini memiliki energi sekitar 100 PeV (petaelektronvolt), atau lebih dari 25 kali lipat energi partikel yang dipercepat di Large Hadron Collider (LHC), akselerator partikel paling kuat di dunia. Energi sebesar ini menandakan partikel tersebut kemungkinan besar berasal dari fenomena kosmik yang sangat dahsyat, seperti dikutip dari Live Science.
Asal Usul Neutrino
Penemuan neutrino berenergi tinggi oleh KM3NeT telah memicu hipotesis menarik tentang asal-usulnya. Berdasarkan teori Hawking, tim peneliti mengusulkan bahwa neutrino tersebut mungkin merupakan tanda dari ledakan lubang hitam primordial kecil.
Lubang hitam primordial adalah objek teoretis yang terbentuk pada tahap awal pembentukan alam semesta. Mereka memiliki ukuran yang sangat kecil, sekitar 10.000 kilogram, dipadatkan menjadi lubang hitam lebih kecil dari sebuah atom.
Energi yang dilepaskan saat lubang hitam kecil ini meledak akan sangat besar, menciptakan partikel berenergi tinggi seperti neutrino yang terdeteksi oleh KM3NeT. Penemuan ini dapat menjadi bukti pertama ledakan lubang hitam primordial.
Jika hipotesis ini terbukti benar, maka penemuan tersebut akan menambah bukti kuat terhadap teori radiasi Hawking dan membuka wawasan baru tentang fisika partikel berenergi tinggi serta proses-proses awal pembentukan alam semesta.
Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi apakah neutrino tersebut benar-benar berasal dari ledakan lubang hitam primordial atau dari fenomena astrofisika ekstrem lainnya.