Ilmuwan Usulkan Jadikan Lubang Hitam Pembangkit Listrik
Ilmuwan mengungkap bahwa lubang hitam bisa dijadikan energi baru.
Ilmuwan kembali memunculkan teori yang mencengangkan dalam ranah astrofisika: lubang hitam dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh peradaban maju.
Gagasan ini didasarkan pada beberapa mekanisme yang memungkinkan ekstraksi energi dari objek kosmik dengan gravitasi ekstrem tersebut, yang selama ini justru dikenal sebagai “pemakan segala” di alam semesta.
Salah satu mekanisme utama yang diusulkan adalah proses Penrose, yang pertama kali dikemukakan oleh fisikawan Roger Penrose pada 1969.
Dalam skema ini, sebuah objek dilemparkan ke ergosphere—zona di luar cakrawala peristiwa lubang hitam yang berputar cepat.
Objek tersebut kemudian dipecah, dan bagian yang lolos membawa energi lebih besar daripada sebelumnya, sedangkan bagian lainnya tertelan lubang hitam.
“Energi tambahan berasal dari momentum rotasi lubang hitam itu sendiri,” kata salah satu peneliti yang mempelajari proses ini. dikutip dari IFLScience, Rabu (23/4).
Meskipun terdengar bertentangan dengan hukum kekekalan energi, mekanisme ini sah dalam kerangka teori relativitas umum Einstein.
Selain proses Penrose, para astrofisikawan juga mempertimbangkan adaptasi konsep bola Dyson. Struktur hipotetis ini umumnya dirancang mengelilingi bintang untuk memanen energinya.
Namun dalam versi ekstremnya, struktur ini bisa dibangun di sekitar lubang hitam guna memanfaatkan radiasi dan energi dari materi yang ditarik masuk.
Dalam simulasi tertentu, efisiensi energi dari materi yang terakresi ke lubang hitam bisa mencapai lebih dari 40 persen, jauh melampaui efisiensi reaktor fusi modern.
Metode ketiga melibatkan rekoneksi magnetik di lingkungan plasma superpanas di sekitar lubang hitam yang berputar. Dalam kondisi ini, garis-garis medan magnet saling bertabrakan dan melepaskan partikel bermuatan tinggi.
Beberapa partikel ini bisa memiliki energi negatif dan jatuh ke lubang hitam, sementara lainnya lepas dengan kecepatan tinggi dan membawa energi yang bisa dimanfaatkan.
Menurut jurnal terbaru yang dikutip dari The Astrophysical Journal, proses ini berpotensi menjadi cara paling realistis untuk “menyedot” energi dari lubang hitam aktif.
Meski ketiga pendekatan ini masih sebatas teori dan belum dapat diwujudkan dengan teknologi saat ini, para ilmuwan meyakini bahwa peradaban tingkat lanjut di luar Bumi mungkin telah menemukan cara untuk mengakses energi kosmik tersebut.
“Jika kita suatu hari bertemu peradaban yang sangat maju, bisa jadi mereka tidak mengambil energi dari bintang, melainkan dari lubang hitam,” kata seorang peneliti astrofisika dari Universitas Harvard.
Penelitian ini membuka perspektif baru dalam eksplorasi energi luar angkasa, sekaligus menjadi pengingat bahwa lubang hitam, meski menakutkan, bisa saja menyimpan potensi terbesar bagi masa depan energi semesta.