Siapa Ilmuwan yang Mengusulkan Tendang Pluto dari Jajaran Planet?
Ditendangnya Pluto dari jajaran planet karena adanya sebuah riset yang dilakukan oleh seorang ilmuwan. Riset tersebut menimbulkan pro dan kontra.
Pluto resmi kehilangan statusnya sebagai planet dalam Tata Surya setelah International Astronomical Union (IAU) mengesahkan definisi baru tentang planet dalam sidang umum ke-26 di Praha tahun 2006.
Keputusan ini menandai akhir dari perdebatan panjang di kalangan ilmuwan tentang status Pluto sejak penemuannya oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930.
Melalui pemungutan suara yang dilakukan oleh lebih dari 2.500 astronom dari seluruh dunia, IAU memutuskan bahwa Pluto tidak lagi memenuhi kriteria sebagai planet.
Dalam definisi baru yang disahkan IAU, sebuah benda langit hanya dapat disebut planet jika memenuhi tiga syarat utama: Mengorbit langsung ke Matahari, memiliki massa yang cukup untuk gravitasinya membentuknya menjadi hampir bulat, dan telah "membersihkan" wilayah orbitnya dari objek lain.
Meskipun Pluto memenuhi dua syarat pertama, ia gagal pada syarat ketiga karena orbitnya dipenuhi oleh benda langit lain di Sabuk Kuiper. Sebagai hasilnya, Pluto kini dikategorikan ulang sebagai "planet katai" (dwarf planet), bersama dengan benda langit lain seperti Eris dan Ceres.
Keputusan IAU ini tidak terlepas dari peran signifikan Dr. Michael E. Brown, seorang astronom dari California Institute of Technology (Caltech), yang pada tahun 2005 menemukan Eris, objek langit di luar Neptunus yang ukurannya bahkan diperkirakan lebih besar dari Pluto.
"Penemuan kami menunjukkan bahwa Tata Surya dipenuhi oleh benda-benda seukuran Pluto. Jika kita menyebut Pluto sebagai planet, kita harus siap menerima ratusan planet lainnya," kata Brown dalam wawancara pascasidang.
Kontroversi ini memicu perdebatan luas di kalangan ilmuwan, pendidik, dan masyarakat umum. Banyak yang menganggap Pluto sebagai bagian tak terpisahkan dari sembilan planet klasik yang diajarkan selama hampir satu abad.
Namun, sejumlah astronom menyambut keputusan ini sebagai langkah penting untuk penataan sistem klasifikasi planet yang lebih konsisten.
“Sains harus berdasarkan pengamatan dan logika, bukan nostalgia,” ujar Alan Stern, ilmuwan utama misi NASA New Horizons.
NASA menyatakan misi New Horizons yang tengah menuju Pluto tidak akan terpengaruh oleh perubahan status tersebut. Misi itu tetap dijadwalkan mencapai Pluto pada tahun 2015 untuk mengumpulkan data ilmiah.
Dengan perubahan ini, Tata Surya kini resmi hanya memiliki delapan planet utama: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.