Seorang Remaja Ahli Coding ini Mau Dijadikan Santo oleh Paus Fransiskus
Upacara kanonisasi direncanakan berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dan diharapkan dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus.
Carlo Acutis, remaja Italia yang dikenal karena kecintaannya pada teknologi dan iman Katolik, akan resmi dikanonisasi sebagai santo pertama dari generasi milenial pada 27 April 2025.
Upacara kanonisasi direncanakan berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dan diharapkan dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus, meskipun masih menjalani pemulihan dari pneumonia ganda.
Lahir di London dan wafat di Monza, Italia, pada usia 15 tahun akibat leukemia pada 2006, Acutis dikenang karena karyanya dalam menggabungkan iman dan teknologi.
Ia menciptakan situs web untuk parokinya, merancang katalog digital mukjizat Ekaristi dari seluruh dunia, dan dikenal sebagai penggemar berat video game serta pemrograman.
“Dia anak biasa, suka sekolah dan bermain. Tapi kualitas luar biasanya adalah menjadikan Yesus sebagai pusat hidupnya,” kata ibunya, Antonia Salzano Acutis dikutip dari Reuters, Kamis (17/4).
Proses kanonisasi Carlo didasarkan pada dua mukjizat yang dikaitkan dengan perantaraannya setelah wafat: penyembuhan anak laki-laki di Brasil dari kelainan pankreas, serta pemulihan mengejutkan seorang mahasiswa asal Kosta Rika yang mengalami cedera otak parah akibat kecelakaan sepeda.
Keluarga dari kedua pasien tersebut menyatakan bahwa mereka secara khusus berdoa memohon bantuan melalui Carlo.
Jenazahnya kini dimakamkan di Assisi sesuai keinginannya. Ia dibaringkan dalam peti kaca dengan patung lilin menyerupainya, mengenakan pakaian kasual — jaket olahraga, jeans, dan sepatu sneakers — sebagai simbol kesucian dalam kehidupan sehari-hari.
Lokasi makamnya telah menjadi tempat ziarah populer, terutama bagi generasi muda yang melihatnya sebagai sosok teladan iman di era digital.
Namun, muncul kekhawatiran dari pihak gereja terkait penjualan relikui secara daring, termasuk potongan pakaian hingga bagian tubuh yang diklaim berasal dari Acutis. Uskup Domenico Sorrentino dari Keuskupan Assisi menyebut praktik ini “mengerikan” dan telah meminta aparat untuk menyita barang-barang tersebut dari situs lelang seperti eBay.
Kanonisasi Acutis menandai babak penting dalam sejarah Gereja Katolik, menegaskan bahwa kekudusan tak lagi terbatas pada zaman lampau atau kehidupan monastik, tetapi bisa diwujudkan oleh siapa saja — bahkan oleh remaja yang tumbuh dalam dunia digital.