Sains Ungkap Ciri-ciri Orang Tajir Dilihat dari Bentuk Wajahnya
Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan Universitas Glasgow. Berikut hasil temuannya.
Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan Universitas Glasgow. Berikut hasil temuannya.
Sains Ungkap Ciri-ciri Orang Tajir Dilihat dari Bentuk Wajahnya
Ilmuwan dari Universitas Glasgow, Inggris, melakukan penelitian dengan menyurvei bagaimana bentuk wajah orang-orang kaya.
Penelitian ini dilakukan terhadap peserta berkulit putih. Pada risetnya ini menentukan bentuk wajah yang seperti apa dikaitkan dengan status sosial tinggi atau rendah berdasarkan persepsi masyarakat.
Mengutip NYPost, Rabu (31/1), temuan yang diterbitkan dalam APA Journal of Experimental Psychology ini menyimpulkan bahwa orang-orang dengan wajah yang lebih sipit, mulut yang tersenyum dan terangkat, alis yang terangkat, jarak mata yang rapat, dan kulit yang cerah dan hangat akan terlihat lebih kaya.
Orang-orang juga mengasosiasikan bentuk wajah ini dengan kepercayaan, kompetensi, dan kehangatan.
Sementara itu, orang-orang dengan wajah lebih lebar, lebih pendek dan datar serta mulut yang lebih rendah dan kulit yang lebih dingin dipandang sebagai kelas bawah.
Mereka dianggap kurang dapat dipercaya dan tidak kompeten.
CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Amazon Jess Bezos, yang keduanya adalah miliarder, memiliki beberapa bentuk wajah yang disebutkan dalam penelitian tersebut. Zuckerberg memiliki wajah yang sempit dan Bezos memiliki kulit yang hangat dan kemerahan.
“Orang-orang yang dianggap memiliki status sosial tinggi atau rendah juga sering dinilai memiliki sifat-sifat yang menguntungkan atau tidak menguntungkan. Penilaian seperti ini terbentuk bahkan hanya dari penampilan wajah, dan hal ini dapat menimbulkan konsekuensi yang besar, termasuk merugikan mereka yang dianggap berasal dari kelas sosial yang lebih rendah,” kata penulis studi Thora Bjornsdottir.
Bukan Penelitian Satu-satunya
Ini bukanlah satu-satunya penelitian yang mencoba menilai kekayaan seseorang hanya dengan melihat wajahnya.
Sebuah studi tahun 2017 dari Universitas Toronto, yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, menemukan bahwa wajah seseorang dapat menunjukkan apakah mereka kaya atau miskin.
Penelitian ini melibatkan tebakan kekayaan orang sungguhan berdasarkan foto, dan peserta penelitian menebak dengan akurasi 53 persen.