Orang Kaya Dunia Ungkap Bukti Sukses Jalankan Bisnis, Ternyata Bukan soal Uang
Perlu diketahui bahwa Bandara Mumbai dioperasikan oleh Adani Airport Holdings Limited, yang merupakan bagian dari perusahaan milik miliarder Gautam Adani.
Salah satu orang kaya dunia, Gautam Adani menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam dunia bisnis yang terletak pada pelayanan kepada pelanggan.
Dalam sebuah postingan di akun X miliknya pada 8 Januari lalu, Gautam Adani menyampaikan rasa terima kasih atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj (CSMIA) di Mumbai.
Bandara ini berhasil mendapatkan Akreditasi Level 5 dari Airports Council International (ACI) untuk kategori 'Pengalaman Pelanggan', menjadikannya sebagai bandara pertama di India dan ketiga di dunia yang memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.
Perlu diketahui bahwa Bandara Mumbai dioperasikan oleh Adani Airport Holdings Limited, yang merupakan bagian dari perusahaan milik miliarder Gautam Adani.
Seperti yang dilaporkan oleh etnownews, Adani menyebut penghargaan ini sebagai sebuah pencapaian yang signifikan dan mendorong seluruh karyawan bandara untuk terus memprioritaskan kepuasan pelanggan.
"Tidak ada bukti kesuksesan bisnis yang lebih besar dari pada kemampuan perusahaan melayani pelanggannya," ungkapnya.
Bandara Mumbai mendapatkan penghargaan tersebut berkat pendekatan yang berbasis data, penerapan teknologi digital, dan fokus pada kenyamanan penumpang. CSMIA juga mencatat pertumbuhan yang signifikan, dengan melayani 4,77 juta penumpang pada November 2024, yang terdiri dari 3,40 juta penumpang domestik dan 1,37 juta penumpang internasional.
Jeet Adani, yang merupakan putra dari Gautam Adani, dalam unggahannya juga merayakan pencapaian ini sebagai langkah besar dalam memperkuat posisi Bandara Adani sebagai pemimpin global dalam pelayanan penumpang.
Dia mengajak seluruh tim untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para pelancong. Dengan penghargaan ini, Bandara Mumbai menetapkan standar baru dalam pengalaman pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan perjalanan yang lebih lancar dan menyenangkan bagi semua penumpang.
Miliarder Gautam Adani Alami Kerugian Rp872,33 Triliun
Pada Rabu, 27 November 2024 lalu, konglomerat India yang tergabung dalam grup Adani mengumumkan bahwa mereka telah kehilangan kapitalisasi pasar hampir USD 55 miliar, yang setara dengan sekitar Rp872,33 triliun, berdasarkan kurs dolar AS terhadap rupiah yang diperkirakan sekitar Rp15.860.
Penurunan ini terjadi setelah jaksa di AS menuduh pendiri grup Adani, Gautam Adani, dan beberapa pejabat lainnya terlibat dalam penipuan.
Mengutip Channel News Asia, tuduhan mengejutkan tersebut disampaikan pada 20 November 2024 di New York, AS, yang menyebutkan bahwa miliarder Gautam Adani dan beberapa bawahannya telah secara sengaja menyesatkan para investor global dalam rangka skema penyuapan.
Dikatakan bahwa mereka telah merancang sebuah skema yang bertujuan untuk menawarkan, melakukan, dan menjanjikan suap kepada pejabat pemerintah India.
Meskipun demikian, grup Adani membantah semua tuduhan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu minggu ini, grup tersebut menyatakan bahwa sejak mereka menerima pemberitahuan mengenai dakwaan dari Departemen Kehakiman (DoJ) AS, mereka telah mengalami kerugian hampir USD 55 miliar dalam kapitalisasi pasar di 11 perusahaan yang terdaftar di bursa saham.
Gautam Adani, yang kini berusia 62 tahun, diduga terlibat dalam skema suap senilai USD 250 juta, atau sekitar Rp 3,96 triliun, untuk memperoleh kontrak pemerintah yang menguntungkan.
Penjelasan Grup Adani
Grup Adani memberikan penjelasan tegas dengan menyatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada mereka adalah "tidak berdasar".
Meskipun demikian, pernyataan tersebut telah memicu aksi jual yang masif terhadap saham Adani di pasar Mumbai pada pekan lalu, yang mengakibatkan beberapa kali penghentian perdagangan.
Pada Rabu, 27 November 2024, saham Adani Enterprises mengalami kenaikan sebesar 1,8 persen, namun secara keseluruhan, perusahaan utama dalam grup tersebut telah kehilangan lebih dari 20 persen dari nilai kapitalisasi pasarnya semenjak dakwaan tersebut diumumkan.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari yang sama, pihak Adani menyatakan bahwa pejabat mereka "hanya didakwa" terkait dengan penipuan sekuritas dan konspirasi penipuan melalui sekuritas. Pernyataan tersebut secara tegas membantah semua tuduhan yang ada.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tidak ada kebenaran dalam anggapan bahwa Gautam Adani dan keponakannya, Sagar Adani, telah didakwa atas kasus penyuapan dan korupsi.
Adani dikenal sebagai sekutu dekat Perdana Menteri Narendra Modi dan pernah menduduki posisi sebagai orang terkaya kedua di dunia. Namun, para kritikus telah lama menuduhnya memanfaatkan hubungan tersebut untuk keuntungan pribadi yang tidak semestinya.
Tuduhan-tuduhan ini menambah ketegangan di pasar dan mengundang perhatian luas dari berbagai kalangan, terutama terkait dengan integritas dan praktik bisnis yang dijalankan oleh grup Adani.