Saat Terpuruk, Hewan Ini Jadi “Teman Ngobrol” Nikola Tesla
Ia juga sering membawa pulang hewan yang terluka dan merawat mereka hingga sembuh.
Ia juga sering membawa pulang hewan yang terluka dan merawat mereka hingga sembuh.
Saat Terpuruk, Hewan Ini Jadi “Teman Ngobrol” Nikola Tesla
Siapa sangka seorang ilmuwan dan fisikawan asal Amerika keturunan Serbia, Nikola Tesla yang terkenal karena karya inovatifnya di bidang kelistrikan memiliki obsesi yang bisa dibilang ‘aneh’ pada seekor merpati.
Hal ini bermula ketika Tesla tinggal di New York, Amerika Serikat (AS). Kala itu, ia rela menghabiskan waktu berjam-jam setiap minggunya untuk memberi makan burung Merpati di taman.
Saat itu ia sedang terpuruk gara-gara bisnisnya bangkrut. Bukan hanya itu, bahkan ia juga sering membawa pulang para merpati yang terluka dan merawat mereka hingga sembuh.
Ketika ia tinggal di sebuah hotel, Tesla bahkan sering sekali membuka jendela kamar hotelnya agar merpati bisa berkunjung kapanpun mereka mau. Hal tersebut yang terkadang membuat kamar sang ilmuwan berantakan. Namun, hal ini tidak membuatnya berhenti mencintai merpati. Pernah suatu waktu, ia meminta kepada koki di hotel tempat tinggalnya untuk mencampurkan benih khusus pada makanan untuk teman bulunya.
Britannica, Sabtu, (20/1), obsesi Tesla terhadap burung merpati sempat membingungkan orang-orang disekitarnya. Sebab, ia dikenal sebagai ilmuwan yang mengidap gemofobia atau ketakutan berlebih terhadap kuman.
Tesla dikabarkan tidak pernah menikah seumur hidupnya, atau melajang. Namun, Tesla mengaku bahwa ia pernah jatuh cinta dengan seekor merpati yang ia dianggap sangat istimewa.
“Saya mencintai merpati itu seperti seorang pria mencintai seorang wanita, dan dia mencintai saya. Selama memilikinya saya jadi mempunyai tujuan hidup,” Kata Tesla.
Tesla lebih memilih untuk mencintai seekor merpati karena menurutnya keintiman suatu hubungan akan mengganggu penelitiannya.
“Saya merasa bahwa ketika seorang laki-laki menikah, maka ia tidak akan bisa membuat penemuan hebat lainnya.”
Ia melaporkan bahwa sesaat sebelum burung tersebut mati, terdapat cahaya putih yang bersinar di matanya melebihi cahaya dari mesin listriknya.
Ketika merpati tersebut benar-benar mati, kemudian dia memberi kabar kepada seluruh teman-temannya, dan merasa bahwa pekerjaannya di dunia telah selesai, bersamaan dengan perginya sang merpati.