Ketika AI Mengubah Hewan Jadi Manusia: Tren ChatGPT yang Bikin Warganet Terhibur
Meminta ChatGPT mengubahnya foto hewan peliharaan menjadi versi manusia.
Pernahkah Anda melihat hewan peliharaan kesayangan dan membayangkan seperti apa wujudnya jika ia menjadi manusia? Berkat teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru dari ChatGPT, imajinasi itu kini bisa menjadi kenyataan.
Tren ini berawal dari komunitas Reddit, ketika pengguna mulai mengunggah foto-foto hewan peliharaan mereka ke ChatGPT dan meminta AI mengubahnya menjadi versi manusia. Hasilnya? Perpaduan antara menghibur, aneh, dan kadang-kadang mengejutkan.
Dalam salah satu unggahan, seekor kucing belang hitam dan oranye diubah menjadi sosok perempuan dengan rambut gelap dan highlight oranye persis di tempat pola bulu si kucing. Di gambar lain, kucing yang berdiri dengan satu kaki terangkat diubah menjadi seorang perempuan yang tengah berjongkok sambil tangannya diangkat, seolah tengah dielus kepalanya oleh manusia.
Gambar ketiga menunjukkan kucing jingga yang tengah berbaring, lalu diubah menjadi pria berambut merah yang sedang dalam pose serupa. Transformasi ini tak hanya mempertahankan warna dan pola bulu hewan, tapi juga postur tubuh serta ekspresi khas mereka.
Warganet pun ikut mencoba. “Kamu yakin ini bukan CatGPT?” tulis salah satu komentar. “Saya tambahkan detail usia dan kepribadian, hasilnya makin realistis,” tambah yang lain. Ada juga yang menulis, “Sebagai manusia dia tak secantik saat jadi anjing, tapi tetap saya sayangi sepenuh hati.”
Tren ini langsung menyebar ke berbagai media sosial, menyusul popularitas tren serupa yang menggunakan AI untuk mengubah foto ke dalam gaya Studio Ghibli, karakter mainan, hingga pesta ala tokoh Harry Potter.
Cara Ikut Tren Ini
Bagi Anda yang ingin mencobanya sendiri, caranya cukup mudah. Cukup unggah foto hewan peliharaan ke ChatGPT dan gunakan perintah berikut:
“Ubah kucing/jingga/jantan ini menjadi sosok manusia nyata, pose opsional, sisakan elemen lain dalam gambar tetap sama.”
Pengguna juga dapat menyesuaikan perintah dengan menyebut usia, jenis kelamin, atau kepribadian hewan peliharaannya untuk hasil yang lebih unik dan personal.
Meski hasilnya bisa membuat tertawa, tren ini juga menunjukkan betapa AI semakin mampu memahami konteks visual dan menerjemahkannya ke dalam bentuk kreatif yang menghibur.
Di tengah pesatnya perkembangan AI, tren mengubah kucing jadi manusia mungkin bukan hal yang revolusioner secara teknologi. Namun, tren ini membuktikan bahwa kecanggihan AI juga bisa membawa kegembiraan yang ringan di tengah hiruk pikuk internet.