Kata Pengamat Wajar Iran Minta Warganya Hapus WhatsApp, Sudah Terbukti

Pengamat menilai wajar bila pemerintah Iran minta warganya hapus Whatsapp.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Kata Pengamat Wajar Iran Minta Warganya Hapus WhatsApp, Sudah Terbukti
Ilustrasi logo aplikasi WhatsApp dalam 3D. (unsplash/Mariia Shalabaieva) (Ilustrasi logo aplikasi WhatsApp dalam 3D. (unsplash/Mariia Shalabaieva))

Televisi pemerintah Iran pada Selasa sore (waktu setempat) mendesak warga untuk menghapus aplikasi WhatsApp dari ponsel mereka. Pemerintah setempat menuding bahwa platform tersebut mengumpulkan data pengguna untuk dikirim ke Israel. Namun, mengutip APNews, Jumat (20/6), hingga kini tidak ada bukti spesifik yang disampaikan oleh otoritas Iran atas klaim tersebut.

Benarkah hal itu?

Gregory Falco, asisten profesor teknik dan pakar keamanan siber dari Universitas Cornell, menjelaskan bahwa meskipun isi pesan aman, aktivitas penggunaan aplikasi tetap dapat dianalisis melalui metadata.

"Sudah terbukti bahwa kita bisa mengetahui pola penggunaan aplikasi meskipun isi pesannya terenkripsi," ujar Falco. "Hal inilah yang menjadi alasan sebagian orang waspada terhadap WhatsApp."

Falco juga menyoroti isu kedaulatan data. Menurutnya, negara seperti Iran mungkin merasa tidak nyaman karena data warganya disimpan di pusat data luar negeri yang tidak berada di bawah yurisdiksi lokal.

“Negara seharusnya bisa menyimpan dan memproses datanya sendiri menggunakan algoritma dalam negeri. Semakin sulit untuk percaya pada jaringan data global saat ini,” ujar Falco.

WhatsApp Bantah

Menanggapi tuduhan tersebut, WhatsApp menyatakan keprihatinannya. “Kami khawatir laporan palsu ini akan dijadikan alasan untuk memblokir layanan kami, justru di saat masyarakat sangat membutuhkannya,” demikian pernyataan resmi perusahaan milik Meta itu.

WhatsApp menegaskan bahwa mereka menggunakan sistem enkripsi end-to-end, yang memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang bisa membaca isi komunikasi tersebut.

“Kami tidak melacak lokasi pengguna, tidak menyimpan log siapa berbicara dengan siapa, dan tidak mengakses isi pesan pribadi,” tegas WhatsApp.

Perusahaan itu juga menambahkan bahwa mereka tidak pernah memberikan data dalam jumlah besar kepada pemerintah mana pun.

Rekomendasi