Ini Satelit Pelopor di Dunia yang Mulai Menggunakan Energi Matahari, Lainnya Baru Mengikuti
Satelit itu buatan Amerika Serikat. Terbukti mampu bertahan lama di luar angkasa.
Satelit itu buatan Amerika Serikat. Terbukti mampu bertahan lama di luar angkasa.
Ini Satelit Pelopor di Dunia yang Mulai Menggunakan Energi Matahari, Lainnya Baru Mengikuti
Industri luar angkasa adalah pengguna awal teknologi surya.
Pada tahun 1950-an, industri ini mulai menggunakan teknologi panas matahari untuk menyediakan tenaga bagi pesawat ruang angkasa.
Konkretnya adalah Vanguard 1. Sebuah satelit bumi buatan manusia pertama yang ditenagai dengan sel surya. Ia mampu menempuh jarak lebih dari 6 miliar mil. Jarak tempuh itu setara dari Bumi ke planet Pluto dan setengah perjalanan kembali.
Amerika Serikat meluncurkan Vanguard 1 pada 17 Maret 1958, dari Cape Canaveral, Florida. Soviet sebelumnya telah meluncurkan Sputnik 1 dan 2, sedangkan AS berhasil meluncurkan Explorer 1 ke orbit.
Angkatan Darat A.S., Angkatan Udara A.S., dan Angkatan Laut A.S. berkolaborasi untuk melacak, membangun, dan meluncurkan Vanguard.
Tanggung jawab resmi atas satelit tersebut jatuh ke Naval Research Laboratory (NRL) yang mendasarkan desainnya pada roket V-2 Jerman dan Viking yang digunakan untuk menyelidiki atmosfer bagian atas bumi.
Teknologi surya pada Vanguard membuka jalan bagi satelit AS lainnya yang telah diluncurkan sejak itu. Sel surya satelit awal beroperasi selama sekitar tujuh tahun, sementara baterai konvensional yang memberi daya pada pemancar lain hanya bertahan 20 hari.
Satelit ini tidak lagi berfungsi pada tahun 1964 setelah sel surya terakhirnya mati, namun tetap memungkinkan para ilmuwan untuk menemukan pengaruh matahari, bulan, dan atmosfer pada orbit satelit.Peneliti NRL menggunakan banyak pembelajaran dari sistem pelacakan Vanguard yang asli untuk membangun Sistem Pengawasan Luar Angkasa yang dapat mendeteksi satelit tanpa pemberitahuan dan senyap yang melintasi AS.