Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah 14 Mei 1978: Peluncuran Skylab, Stasiun Luar Angkasa Amerika Serikat

Skylab, stasiun luar angkasa pertama Amerika dan laboratorium penelitian berawak pertama di luar angkasa, lepas landas pada 14 Mei 1973, dengan roket Saturn V terakhir.

Skylab merupakan proyek ambisius NASA yang bertujuan untuk membangun stasiun ruang angkasa pertama milik Amerika. Konsep awalnya dipengaruhi oleh ide-ide dari insinyur roket Wernher von Braun dan penulis fiksi ilmiah Arthur C. Clarke, yang memimpikan stasiun ruang angkasa sebagai langkah penting dalam eksplorasi antariksa.

Meskipun Uni Soviet mengorbit stasiun luar angkasa eksperimental pertama bernama Salyut pada tahun 1971, Skylab memiliki ukuran lebih besar dan lebih kompleks, sehingga memungkinkan dilakukannya penelitian di beberapa bidang, termasuk ilmu kehidupan, khususnya respons fisiologis astronot terhadap penerbangan luar angkasa jangka panjang, ilmu bumi, serta fisika dan astronomi matahari.

Susunan Skylab

Skylab terdiri dari empat komponen utama: Orbital Workshop (OWS), Airlock Module (AM), Multiple Docking Adapter (MDA) dan Apollo Telescope Mount (ATM). Modul komando dan layanan Apollo yang mengangkut kru ke Skylab tetap terpasang di stasiun selama ada kru.

OWS, yang berfungsi sebagai kompartemen kerja, tempat tinggal, dan tidur utama bagi para kru, diubah dari bagian tingkat atas roket Saturnus. Di dalamnya terdapat peralatan olahraga, dapur, dan banyak eksperimen ilmiah, khususnya untuk studi ilmu kehidupan. Dua susunan tenaga surya besar di OWS menyediakan daya 12,4 kilowatt ke stasiun tersebut.

AM memungkinkan astronot untuk melakukan perjalanan luar angkasa, dan MDA menyertakan port docking utama dan cadangan untuk pesawat ruang angkasa Apollo. Port docking kedua memungkinkan kemampuan penyelamatan.

Kapsul Apollo kedua yang membawa dua astronot dapat membantu awak residen jika pesawat ruang angkasa mereka cacat, dan kelima astronot tersebut kembali ke Bumi dengan pesawat ruang angkasa baru. MDA juga menampung Paket Eksperimen Sumber Daya Bumi.

Terakhir, ATM, berisi teleskop untuk pengamatan matahari dan empat susunan surya untuk daya tambahan. Setelah berada di orbit, stasiun ini memiliki berat 170.000 lbs.

Von Braun berpartisipasi dalam penerbitan serangkaian artikel yang berjudul “Man Will Conquer Space Soon!” di majalah Collier’s dari tahun 1952 hingga 1954. Dia membayangkan stasiun ruang angkasa bundar berdiameter 75 meter yang berputar untuk menghasilkan gravitasi buatan. Stasiun ini diharapkan menjadi pusat untuk penjelajahan ke Bulan dan Mars di masa depan.

Perkembangan teknologi seperti transistor, panel surya, dan telemetri pada tahun 1950-an hingga awal 1960-an memungkinkan pengembangan satelit tak berawak yang dapat mengambil foto pola cuaca dan mengirimkannya ke Bumi.

Sejarah 14 Mei 1978: Peluncuran Skylab, Stasiun Luar Angkasa Amerika Serikat

Ini menunjukkan bahwa stasiun ruang angkasa yang besar dapat memiliki banyak kegunaan lain.

Skylab dibuat untuk membuktikan bahwa manusia dapat hidup dan bekerja di luar angkasa untuk periode waktu yang lama. Skylab juga berfungsi sebagai:

  • Observatorium Surya: Menjadi observatorium surya terbesar pada masanya, memungkinkan studi mendalam tentang matahari.
  • Laboratorium Mikrogravitasi: Melakukan eksperimen dalam kondisi mikrogravitasi untuk memahami pengaruhnya terhadap berbagai proses fisik dan biologis.
  • Laboratorium Medis: Meneliti efek jangka panjang dari mikrogravitasi pada tubuh manusia.

  • Fasilitas Pengamatan Bumi: Memberikan pandangan yang tak tertandingi tentang planet kita dari orbit.
  • Rumah Jauh dari Rumah: Menjadi tempat tinggal bagi para astronaut selama mereka berada di luar angkasa.
  • Skylab juga bertujuan untuk mengumpulkan data ilmiah yang akan berguna untuk misi antariksa masa depan, termasuk program pesawat ulang-alik dan stasiun ruang angkasa internasional.

Dengan demikian, Skylab tidak hanya merupakan pencapaian teknologi yang signifikan tetapi juga langkah penting dalam perjalanan manusia untuk menjelajahi luar angkasa.

Pembuatan dan Peluncuran

Skylab dirancang untuk menjadi laboratorium multifungsi di luar angkasa yang dapat mendukung berbagai eksperimen ilmiah dan observasi. Pembuatan Skylab melibatkan penggunaan teknologi canggih dan inovasi dalam bidang kedirgantaraan. Stasiun ini dilengkapi dengan ruang kerja, observatorium surya, dan sistem pendukung kehidupan untuk memungkinkan astronaut tinggal dan bekerja di luar angkasa.

Peluncuran Skylab dilakukan dengan menggunakan roket Saturn V yang telah dimodifikasi. Roket ini adalah roket yang sama yang digunakan untuk membawa astronaut ke Bulan selama program Apollo.

Skylab diluncurkan pada tahun 1973 dengan massa sekitar 169.950 pon (sekitar 77 ton). Peluncuran ini tidak hanya menandai pencapaian teknologi yang signifikan tetapi juga langkah besar dalam eksplorasi luar angkasa manusia.

Sayangnya, selama peluncuran, Skylab mengalami kerusakan serius ketika perisai meteoroidnya terlepas, menyebabkan kehilangan salah satu panel suryanya dan menghambat panel lainnya.

Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga listrik dan perlindungan dari panas matahari yang tidak memadai. Namun, awak pertama yang tiba di Skylab berhasil melakukan perbaikan darurat, yang menyelamatkan stasiun dari kerusakan lebih lanjut dan memungkinkan misi berawak berikutnya untuk berlangsung.

Sejarah 14 Mei 1978: Peluncuran Skylab, Stasiun Luar Angkasa Amerika Serikat
<b>Penelitian Menarik dari Skylab</b>

Penelitian Menarik dari Skylab

  • Pengamatan Matahari: Skylab membawa observatorium surya pertama yang memungkinkan para ilmuwan untuk mengamati matahari tanpa gangguan dari atmosfer Bumi. Ini menghasilkan penemuan tentang struktur matahari dan dinamika bintik matahari yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

  • Efek Mikrogravitasi pada Manusia: Skylab memberikan wawasan baru tentang bagaimana mikrogravitasi mempengaruhi tubuh manusia. Para astronaut melakukan serangkaian eksperimen medis yang mengungkapkan perubahan dalam komposisi darah, penurunan massa otot, dan adaptasi kardiovaskular.

  • Eksperimen Sains dan Teknologi: Berbagai eksperimen dilakukan di Skylab untuk mempelajari perilaku cairan, material, dan api dalam mikrogravitasi. Hasilnya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang proses fisik dan membantu dalam pengembangan teknologi untuk misi luar angkasa masa depan.

  • Pengembangan Teknik Perbaikan di Luar Angkasa: Kerusakan yang terjadi pada Skylab saat peluncuran mengharuskan para astronaut untuk melakukan perbaikan di luar angkasa. Ini menjadi latihan penting dalam pengembangan teknik perbaikan yang sekarang menjadi standar dalam operasi stasiun ruang angkasa.

Sejarah 14 Mei 1978: Peluncuran Skylab, Stasiun Luar Angkasa Amerika Serikat

  • Pengamatan Bumi: Skylab memiliki kemampuan untuk mengambil gambar Bumi dengan resolusi tinggi, yang memberikan informasi berharga tentang sumber daya alam, cuaca, dan pola lingkungan.

Peristiwa 5 Februari 1971: Pesawat Apollo 14 Mendarat di Bulan, Ini Sejarah dan Misinya
Peristiwa 5 Februari 1971: Pesawat Apollo 14 Mendarat di Bulan, Ini Sejarah dan Misinya

Apollo 14 adalah misi penerbangan antariksa NASA dalam program Apollo, yang bertujuan untuk mendaratkan manusia di bulan.

Baca Selengkapnya
NASA Temukan 4 Objek Unik Penghuni Luar Angkasa, dari Planet Pengembara hingga Berlian
NASA Temukan 4 Objek Unik Penghuni Luar Angkasa, dari Planet Pengembara hingga Berlian

Berikut daftar objek unik luar angkasa yang dirilis oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA)

Baca Selengkapnya
Perbandingan Kecanggihan Stasiun Luar Angkasa China dengan Milik NASA CS, Siapa Unggul?
Perbandingan Kecanggihan Stasiun Luar Angkasa China dengan Milik NASA CS, Siapa Unggul?

Berikut adalah perbandingan kecanggihan dua stasiun luar angkasa China dan NASA CS.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Sedang Mengamati Luar Angkasa, NASA Tak Sengaja Temukan Sinyal Misterius dari Luar Galaksi
Sedang Mengamati Luar Angkasa, NASA Tak Sengaja Temukan Sinyal Misterius dari Luar Galaksi

Para astronom NASA telah menemukan "sinyal" yang tidak dapat dijelaskan datang dari luar galaksi ini.

Baca Selengkapnya
NASA Lakukan Uji Coba Stasiun Luar Angkasa Baru yang sedang Dibangun Jeff Bezos
NASA Lakukan Uji Coba Stasiun Luar Angkasa Baru yang sedang Dibangun Jeff Bezos

Orbital Reef, proyek patungan antara Blue Origin milik Bezos dan Sierra Space telah melewati tiga ujian utama.

Baca Selengkapnya
NASA Baru Terima Pesan Laser dan Radio dari Luar Angkasa yang Paling Jauh
NASA Baru Terima Pesan Laser dan Radio dari Luar Angkasa yang Paling Jauh

Sistem komunikasi ini pernah diuji coba dan dilakukan uji coba kembali.

Baca Selengkapnya
Apakah Astronot Boleh Bawa HP ke Luar Angkasa? Ini Jawaban NASA
Apakah Astronot Boleh Bawa HP ke Luar Angkasa? Ini Jawaban NASA

Ini penjelasan lengkap NASA soal astronot boleh atau tidak membawa HP.

Baca Selengkapnya
Melihat dari Jendela Stasiun Luar Angkasa, Astronot ini Takjub dengan Keindahan Aurora, Begini Penampakannya
Melihat dari Jendela Stasiun Luar Angkasa, Astronot ini Takjub dengan Keindahan Aurora, Begini Penampakannya

Berikut penampakan aurora dari luar angkasa seperti yang dilihat astronot NASA ini.

Baca Selengkapnya
Sebuah Baterai yang Dijatuhkan NASA dari Luar Angkasa Menimpa Rumah Seorang Pria
Sebuah Baterai yang Dijatuhkan NASA dari Luar Angkasa Menimpa Rumah Seorang Pria

Objek yang menembus rumah Otero tersebut diperkirakan sebagai objek dibuang atau dijatuhkan dari Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Baca Selengkapnya