Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menunjukkan komitmen kuatnya terhadap energi terbarukan dengan meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) berbasis panel surya. Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan perayaan milad ke-42 kampus tersebut, menandai langkah maju dalam mendukung pengurangan emisi karbon. Fasilitas inovatif ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh mahasiswa dan sivitas akademika Umsura.
Rektor Umsura, Dr. Mundakir, di Surabaya, menyatakan bahwa fasilitas pengisian kendaraan listrik ini terbuka bagi seluruh civitas akademika kampus. Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan SPKL di masa mendatang, termasuk melalui inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan kendaraan listrik yang terus meningkat, baik untuk sepeda motor maupun mobil.
Acara peluncuran SPKL ini berlangsung di Auditorium Lantai 13 At-Tauhid Tower, menjadi bagian dari soft launching fasilitas publik yang berorientasi pada lingkungan sehat. Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata Umsura terhadap percepatan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Kehadiran SPKL tenaga surya ini menegaskan posisi Umsura sebagai pelopor kampus hijau berbasis teknologi.
Advertisement
Advertisement
Pardono, selaku pengembang inovasi SPKL tenaga surya, menjelaskan secara teknis instalasi yang digunakan. Sistem ini mengandalkan 10 unit panel surya, dengan masing-masing panel memiliki kapasitas 550 Watt Peak (WP). Pada kondisi maksimal di siang hari, rangkaian panel ini mampu menghasilkan daya sekitar 4.000 watt, memastikan pasokan energi yang cukup untuk pengisian kendaraan listrik.
Rangkaian panel surya tersebut disusun secara seri-paralel dan terhubung dengan inverter yang mendukung sistem on-grid maupun off-grid. Saat ini, skema operasional SPKL menggunakan mode off-grid, dengan pertimbangan perizinan dan aspek teknis lainnya. Kapasitas daya yang dihasilkan ini menunjukkan potensi besar dalam mendukung mobilitas berbasis listrik di lingkungan kampus.
Untuk operasional pada malam hari, sistem SPKL secara otomatis beralih menggunakan suplai dari baterai lithium. Baterai ini memiliki kapasitas 48 Volt 100 Ampere dan telah dilengkapi dengan Battery Management System (BMS), yang mampu menyediakan daya maksimal sekitar 2.500 watt. Kapasitas daya ini masih memiliki potensi untuk ditingkatkan hingga di atas 8.000 watt melalui penambahan panel surya baru di kemudian hari.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran SPKL tenaga surya ini menjadi fasilitas penting bagi pengguna motor listrik di lingkungan kampus. Satu unit motor listrik standar dengan kapasitas sekitar 500 watt memerlukan waktu pengisian kurang lebih tiga jam hingga penuh dari kondisi daya rendah. Setelah terisi penuh, motor listrik tersebut dapat digunakan sekitar dua jam operasional untuk menempuh jarak dekat, memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan staf.
Pengembangan instalasi SPKL berbasis panel surya ini merupakan hasil perakitan tim dosen Umsura, yang juga didukung oleh hibah peralatan. Inovasi ini tidak hanya sebatas implementasi, tetapi juga menunjukkan keahlian dan kontribusi akademik Umsura dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Proses pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk inovasi ini pun masih terus berjalan, menunjukkan keseriusan Umsura dalam melindungi hasil karyanya.
Fasilitas ini secara langsung mendukung ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih. Dengan adanya SPKL, Umsura tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga mengedukasi sivitas akademika tentang pentingnya transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini juga diharapkan dapat menginspirasi inovasi lebih lanjut di bidang energi dan transportasi.
Advertisement
Advertisement
Peluncuran SPKL tenaga surya ini mempertegas komitmen Umsura dalam membangun ekosistem kampus hijau yang berbasis teknologi energi bersih dan berkelanjutan. Inisiatif ini selaras dengan visi kampus untuk menjadi institusi pendidikan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Umsura berupaya menjadi contoh bagi institusi lain dalam penerapan praktik berkelanjutan.
Inovasi ini juga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menciptakan solusi untuk tantangan energi global. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah seperti energi surya, Umsura berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi jejak karbon kampus secara signifikan.
Pengembangan SPKL diharapkan tidak berhenti sampai di sini, namun terus dilakukan secara berkelanjutan. Rektor Umsura berharap inovasi mahasiswa dapat semakin ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan kendaraan listrik yang terus berkembang, baik motor maupun mobil. Hal ini menunjukkan bahwa Umsura tidak hanya berfokus pada implementasi saat ini, tetapi juga pada pengembangan masa depan yang berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews