Ilmuwan yang Pernah Digugat Thomas Edison Gara-gara Tolak Pekerjaan
Thomas Edison pernah menggugat ilmuwan kulit hitam Granville T. Woods karena rebutan hak paten telegraf induksi, tapi Woods menang di pengadilan.
Di balik citranya sebagai penemu ulung dan ikon revolusi teknologi, Thomas Edison ternyata memiliki sejarah panjang dalam konflik paten, salah satunya dengan ilmuwan kulit hitam asal Amerika Serikat, Granville T. Woods.
Perselisihan ini bermula saat Woods menciptakan telegraf induksi, sebuah sistem komunikasi yang memungkinkan masinis kereta api menerima pesan tanpa harus berhenti, sehingga mampu mencegah banyak kecelakaan di jalur kereta.
Penemuan itu langsung menarik perhatian Edison. Ia merasa dirinya lebih berhak atas teknologi telegraf karena telah lebih dulu meneliti bidang tersebut.
Mengutip Business Insider, Selasa (3/6), Edison lantas menggugat Woods ke pengadilan, mengklaim bahwa teknologi tersebut merupakan pengembangan dari temuannya sendiri. Namun gugatan itu ditolak. Tak puas, Edison kembali mengajukan gugatan kedua.
Dalam sidang lanjutan, Woods tampil lebih siap. Ia mempresentasikan catatan lengkap, sketsa desain, hingga model kerja perangkat yang ia buat sendiri. Bukti-bukti ini meyakinkan pengadilan bahwa Woods adalah penemu sah sistem telegraf induksi tersebut.
Hasilnya, pada tahun 1887, Granville T. Woods resmi memperoleh hak paten atas penemuan itu dan memenangkan gugatan hukum melawan Edison.
Konflik ini tak hanya soal klaim penemuan, tetapi juga dilatari oleh hubungan profesional yang sempat tidak terjadi. Sebelum perselisihan, Edison pernah menawarkan Woods untuk bekerja di perusahaannya, namun ditolak.
Woods memilih untuk mandiri dan mengembangkan inovasinya sendiri. Hal ini disebut menjadi salah satu pemicu Edison tidak terima saat Woods meraih pengakuan dan hak paten atas teknologi telegraf induksi.
Pertarungan ini menjadi salah satu episode paling tajam dalam sejarah Edison yang dikenal penuh kontroversi, menyusul persaingannya yang juga terkenal dengan Nikola Tesla dalam “perang arus listrik” antara arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC).
Granville T. Woods sendiri tercatat sebagai salah satu penemu kulit hitam paling produktif di Amerika Serikat, dengan lebih dari 50 hak paten, banyak di antaranya terkait teknologi perkeretaapian dan sistem komunikasi.
Reporter magang: Aisha Balqis Salsabila