Sosok ini Dulunya Dikenal Mafia Teknologi, Siapa pun yang Berurusan Hidupnya Bakal Penuh Penyesalan

Tanpa dia dunia mungkin lama terang, namun di balik inovasi tangan dinginnya ada cerita kelam.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Sosok ini Dulunya Dikenal Mafia Teknologi, Siapa pun yang Berurusan Hidupnya Bakal Penuh Penyesalan
Sosok ini Dulunya Dikenal Mafia Teknologi, Siapa pun yang Berurusan Hidupnya Bakal Penuh Penyesalan (Merdeka.com)

Barangkali sosok ini pantas disebut mafia teknologi. Ia kerap menyingkirkan pesaingnya demi adopsi teknologi miliknya sukses. Ia adalah Thomas Alva Edison.

Penemu ternama Amerika Serikat yang kerap dipuji sebagai “Sang Penyihir Menlo Park”, tercatat dalam sejarah bukan hanya sebagai inovator brilian, tetapi juga pengusaha agresif yang memakai berbagai cara untuk mematikan pesaing.

Sejarawan teknologi menyebut Edison menggunakan taktik keras, termasuk propaganda menakut-nakuti publik, perang paten, dan monopoli pasar—cara-cara yang disebut mirip praktik “mafia teknologi” pada era industri akhir abad ke-19.

Sosok ini Dulunya Dikenal Mafia Teknologi, Siapa pun Berurusan Hidupnya Penuh Penyesalan
Sosok ini Dulunya Dikenal Mafia Teknologi, Siapa pun Berurusan Hidupnya Penuh Penyesalan Ilustrasi dibuat dengan Grok AI

Konflik bisnis paling terkenal yang melibatkan Edison terjadi pada 1880-an, saat ia mempromosikan sistem listrik arus searah (DC) melawan pesaingnya George Westinghouse dan Nikola Tesla yang mengembangkan arus bolak-balik (AC).

Sejarawan Jill Jonnes dalam bukunya Empires of Light mencatat Edison melancarkan kampanye sistematis untuk menakut-nakuti publik tentang bahaya AC.

Ia mendemonstrasikan eksekusi hewan menggunakan arus bolak-balik di depan umum. Bahkan ia mendukung penggunaan arus AC untuk kursi listrik di penjara, agar nama pesaingnya tercoreng selamanya.

“Edison sadar perang ini soal kontrak bernilai jutaan dolar untuk elektrifikasi kota-kota besar. Dia menggunakan propaganda untuk menang,” tulis Jonnes.

Sosok ini Dulunya Dikenal Mafia Teknologi, Siapa pun Berurusan Hidupnya Penuh Penyesalan
Sosok ini Dulunya Dikenal Mafia Teknologi, Siapa pun Berurusan Hidupnya Penuh Penyesalan Ilustrasi dibuat dengan Grok AI

Selain perang propaganda, Edison dikenal sangat agresif melindungi paten. Ia memimpin laboratorium riset pertama yang dirancang untuk menghasilkan paten massal. Edison kemudian memakai kekayaan intelektual itu untuk menekan pesaing lewat gugatan hukum.

Contoh lain muncul di industri film. Edison mematenkan kamera film awal (Kinetograph) dan proyektor (Kinetoscope). Melalui Motion Picture Patents Company (MPPC), ia menuntut semua studio membayar lisensi, atau menghadapi penutupan paksa.

Tekanan keras ini membuat banyak pembuat film pindah ke California untuk menghindari pengacara Edison—menjadi cikal bakal Hollywood sebagai pusat produksi film.

Menurut arsip Library of Congress, Edison bahkan bekerja sama dengan detektif untuk menindak studio film yang dianggap ilegal.

Berapa Kali Thomas Edison Gagal saat Buat Lampu? Ini Jawabannya!
Berapa Kali Thomas Edison Gagal saat Buat Lampu? Ini Jawabannya! Ilustrasi dibuat dengan Grok AI

Selain taktik bisnis langsung, Edison juga mendapat dukungan dari perbankan besar. J.P. Morgan, salah satu bankir paling berkuasa kala itu, menjadi investor utama Edison Electric.

Ketika teknologi DC kalah bersaing dengan AC, Morgan menggabungkan Edison Electric dengan perusahaan pesaing Thomson-Houston pada 1892. Merger ini melahirkan General Electric (GE), yang menjadi salah satu korporasi teknologi terbesar di Amerika.

Ironisnya, Edison kemudian tersingkir dari kepemimpinan perusahaan itu. Namun sistem monopoli paten dan jaringan bisnis yang dia bangun tetap menjadi tulang punggung GE.

Ilmuwan yang Pernah Digugat Thomas Edison Gara-gara Tolak Pekerjaan
Ilmuwan yang Pernah Digugat Thomas Edison Gara-gara Tolak Pekerjaan ilustrasi dibuat dengan ChatGPT

Para peneliti sejarah teknologi menilai warisan Edison bersifat ambivalen. Ia memang mempercepat era listrik modern dengan sistem terintegrasi dan riset ilmiah terorganisir. Namun metodenya jauh dari persaingan bebas yang sehat.

“Dia penemu hebat, tapi juga contoh awal pengusaha teknologi yang sangat agresif melindungi monopoli. Itu pola yang berulang sampai sekarang,” kata Tim Wu, penulis The Master Switch, buku yang mengulas sejarah siklus monopoli di sektor teknologi komunikasi.

Kini nama Edison dijadikan nama sekolah, penghargaan, hingga museum. Namun semakin banyak sejarawan yang menekankan perlunya melihat sisi gelap sejarah industrinya.

“Tanpa Edison, dunia mungkin lebih lama menyala terang. Tapi berkat dia juga, kita mewarisi pola bisnis teknologi yang mendominasi lewat paten, propaganda, dan monopoli,” kata Jonnes.

Sejumlah penulis biografi modern, termasuk Edmund Morris dalam Edison, menilai penting untuk memahami dua sisi Edison: sang penemu produktif sekaligus kapitalis yang siap melakukan apa saja untuk menguasai pasar.

Rekomendasi