Kalimat ‘Terakhir’ Thomas Edison yang Benar-benar Menyedihkan
Thomas Edison disebut-sebut pernah mengucapkan sesuatu sebelum meninggal dunia.
Di balik kesukesesan seorang Thomas Alva Edison, ada sebuah kalimat yang sulit dipahami orang. Saat itu ia hanya berkata: “Di sana sangat indah”.
Kalimat multitafsir itu terucap saat beberapa hari sebelum kematiannya. Penelusuran sumber sejarah menunjukkan kalimat itu diucapkan saat Edison sempat siuman dari koma ringan.
Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar dan fonograf, wafat pada 18 Oktober 1931 di usia 84 tahun. Dalam narasi populer, ia disebut menghembuskan napas terakhir sambil berbisik tentang keindahan “di sana”.
Sumber paling awal yang mencatat ucapan ini adalah buku Thomas A. Edison: Benefactor of Mankind (1931) karya Francis Trevelyan Miller. Buku itu menyebut Edison bangun dari kondisi stupor (koma ringan) beberapa hari sebelum meninggal, menatap ke luar jendela, lalu berkata kepada istrinya, Mina Edison. “Di sana sangat indah.”
Menurut Mina yang dikutip dari guideposts.org, ketepatan adalah ciri pikiran suaminya. Ia tidak sentimental. Ia, kata Mina, harus tahu sesuatu dengan pasti sebelum mengatakannya atau mencatatnya.
“Itu harus dibuktikan,” kata Mina.
Kebetulan, menurut sumber tersebut, dokter yang merawat Edison juga merupakan teman keluarga, memperhatikan bahwa penemu hebat itu mencoba mengatakan sesuatu. Ia mencondongkan tubuhnya dan mendengar Edison berbisik hal itu.
Setelah itu, Edison kembali tak sadarkan diri. Arsip The New York Times edisi 19 Oktober 1931 juga menulis bahwa Edison “tidak sadar hampir sepanjang dua hari terakhir”, dan mengutip keluarga yang mengatakan ia sempat siuman beberapa hari sebelum meninggal dan mengucapkan kalimat itu.
Peneliti dan sejarawan Neil Baldwin dalam buku Edison: Inventing the Century (2001) mengonfirmasi kronologi yang sama. Edison digambarkan keluar-masuk kesadaran pada hari-hari terakhir, dan kata-kata tersebut bukanlah napas terakhir melainkan ucapan saat sadar singkat di tengah kondisi kritis.
Tidak ada catatan resmi dokter Edison yang menulis kata itu secara persis. Kesaksian tentang kalimat tersebut bersumber pada cerita keluarga dan catatan biografi Mina.