Ilmuwan ini Awalnya Eksperimen Bikin Radar Militer, tapi Tak Sengaja Malah Jadi Microwave Gara-gara Coklat Batangan
Microwave awalnya ditemukan tak sengaja oleh Percy Spencer saat meneliti radar. Kini, alat ini menjadi kebutuhan dapur.
Pada tahun 1945, seorang insinyur bernama Percy Spencer sedang bereksperimen dengan magnetron, tabung vakum yang menghasilkan gelombang mikro untuk meningkatkan teknologi radar militer Amerika Serikat.
Mengutip TheWaves.org, Kamis (30/1), saat sedang bekerja di laboratorium Raytheon, ia menyadari bahwa cokelat batangan di sakunya tiba-tiba meleleh.
Penasaran dengan fenomena ini, Spencer kemudian mencoba memasak telur dan membuat popcorn dengan gelombang mikro, yang menunjukkan bahwa radiasi tersebut mampu memanaskan makanan.
Setahun kemudian, Raytheon mengajukan paten dan mulai mengembangkan microwave oven. Pada tahun 1947, mereka merilis produk pertama, namun butuh waktu panjang bagi teknologi ini untuk diterima di pasaran.
Besarnya Microwave saat Pertama Kali Ditemukan
Seperti banyak inovasi lainnya, microwave pertama kali hadir dalam bentuk yang jauh dari praktis. Model awalnya memiliki tinggi 1,6 meter, berat lebih dari 340 kg, dan membutuhkan instalasi pipa air untuk mendinginkan magnetron. Harga jualnya mencapai $5.000 atau setara dengan $50.000 saat ini—sangat tidak terjangkau bagi masyarakat umum.
Karena ukuran dan harganya yang luar biasa, hanya beberapa bisnis seperti hotel, kapal, dan kereta api yang tertarik menggunakannya. Selain itu, banyak orang saat itu menganggap microwave berbahaya bagi kesehatan dan menganggapnya sebagai "senjata gelombang radio" yang bisa menyebabkan penyakit.
Meskipun menghadapi tantangan besar, Raytheon tidak menyerah. Mereka terus menyempurnakan teknologi ini melalui berbagai inovasi bertahap (incremental innovation) agar lebih praktis dan ekonomis.
Percy Spencer sendiri mendapatkan 150 paten tambahan dalam upaya menyempurnakan microwave. Salah satu terobosan terbesar adalah pengembangan magnetron berpendingin udara, yang menghilangkan kebutuhan pipa air, menjadikan microwave lebih ringan dan lebih murah.
Pada tahun 1955, Raytheon merilis versi microwave yang lebih kecil dan lebih terjangkau untuk penggunaan rumah tangga. Namun, harganya masih sekitar $1.300, membuatnya tetap sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat.
Seiring waktu, teknologi ini semakin disempurnakan hingga akhirnya microwave modern hadir dalam ukuran yang lebih praktis, hemat energi, dan terjangkau bagi semua kalangan. Kini, microwave bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan dapur esensial di seluruh dunia.