Everest Tak Lagi Jadi Gunung Tertinggi di Dunia
Peneliti menemukan dua gunung raksasa setinggi 1.000 km di batas inti-mantel Bumi. Misteri ini membawa perspektif baru tentang pegunungan dunia.
Gunung Everest telah lama dianggap sebagai puncak tertinggi di dunia, namun penelitian terbaru mengungkapkan keberadaan dua gunung raksasa yang jauh lebih tinggi, tersembunyi di bawah permukaan Bumi.
Mengutip Indy100, Senin (27/1), gunung-gunung ini, ditemukan di batas inti-mantel Bumi, memiliki ketinggian mencapai 1.000 km—sekitar 100 kali lebih tinggi dari Everest.
Everest yang berada di Himalaya memiliki ketinggian 8.849 meter dan menjadi tujuan utama para pendaki. Namun, gunung-gunung misterius yang ditemukan di batas inti-mantel berada sekitar 1.200 mil (1.931 km) di bawah permukaan Bumi, membuatnya mustahil untuk didaki.
Gunung ini pertama kali menarik perhatian ilmuwan pada 1996 saat mereka mempelajari batas inti-mantel di bawah Samudra Pasifik tengah. Penelitian menunjukkan adanya perlambatan gelombang gempa di lokasi tertentu, yang mengindikasikan keberadaan struktur besar.
Gunung Berusia Miliaran Tahun
Menurut tim dari Universitas Utrecht, gunung-gunung ini berusia setidaknya setengah miliar tahun, dan mungkin terbentuk saat Bumi baru lahir.
Penelitian mengungkapkan bahwa mantel Bumi, lapisan tebal yang kaya akan magnesium, bertindak sebagai "kuburan" bagi lapisan dasar laut purba, yang menjelaskan keberadaan gunung-gunung di lokasi seperti Hawaii.
Dr. Arwen Deuss, pemimpin penelitian, menyatakan, "Tidak ada yang tahu pasti apa gunung-gunung ini, apakah mereka hanya fenomena sementara atau telah ada selama miliaran tahun."
Mengapa Tidak Diketahui Sebelumnya?
Keberadaan gunung ini tidak terlihat karena seluruh struktur berada jauh di dalam mantel Bumi. Penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang gunung, tetapi juga memperluas wawasan tentang dinamika dalam planet kita.
Sayangnya, gunung-gunung ini tidak dapat dijelajahi seperti Everest. Namun, penemuan ini memberikan gambaran baru tentang Bumi dan sejarah geologinya. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memahami asal-usul dan komposisi gunung-gunung ini.