Fakta Menarik Suku Sherpa yang Dikenal Punya Kekuatan Fisik Super Tangguh
Suku Sherpa terkenal dengan kekuatan fisik super tangguh berkat adaptasi genetik dan pengalaman di lingkungan ekstrem pegunungan Himalaya.
Pelari ultra-trail asal Nepal, Sange Sherpa, baru-baru ini menjadi sorotan setelah berhasil mempertahankan gelar juara di ajang Rinjani100 2025. Ia mencatatkan waktu 41 jam 4 menit 32 detik untuk kategori 162 km, mengungguli ratusan peserta lainnya.
Kemenangannya ini sekali lagi membuktikan bahwa orang-orang suku Sherpa memang memiliki ketahanan fisik yang sangat luar biasa. Suku Sherpa yang mendiami wilayah pegunungan Himalaya di Nepal timur, telah lama dikenal karena kekuatan fisik dan daya tahan tubuh mereka.
Kemampuan mereka beradaptasi dengan ketinggian ekstrem dan kondisi cuaca keras menjadikan mereka pemandu gunung yang sangat dihormati di seluruh dunia, terutama di sekitar Gunung Everest. Lantas, apa saja faktor yang membuat suku Sherpa memiliki kekuatan fisik yang begitu tangguh?
Adaptasi Genetik yang Unik
Sherpa adalah suku di pegunungan Himalaya yang bermigrasi dari Tibet sekitar lima abad lalu. Mereka tinggal selama beberapa generasi di desa-desa yang berada di ketinggian 2.000-5.000 mdpl.
Penelitian ilmiah telah mengungkapkan bahwa suku Sherpa memiliki adaptasi genetik unik yang memungkinkan mereka untuk hidup dan bekerja di ketinggian ekstrem. Mutasi genetik tertentu membuat metabolisme mereka lebih efisien dalam mengelola oksigen.
Selain itu, suku Sherpa juga memiliki kapasitas paru-paru yang lebih besar dan tingkat hemoglobin yang lebih rendah dibandingkan orang-orang dari dataran rendah. Kombinasi faktor-faktor genetik ini memberikan mereka keunggulan dalam menghadapi tantangan lingkungan pegunungan yang keras.
Adaptasi genetik ini memungkinkan mereka untuk bekerja di ketinggian selama berhari-hari tanpa mengalami masalah kesehatan yang serius seperti yang dialami pendaki dari dataran rendah.
Daya Tahan Tubuh yang Luar Biasa
Salah satu ciri khas suku Sherpa adalah kemampuan mereka membawa beban yang sangat berat, bahkan hingga 100 kg atau lebih di medan yang sulit dan berbahaya di Gunung Everest.
Ketahanan fisik itu memungkinkan mereka untuk bekerja di ketinggian selama berhari-hari tanpa mengalami masalah kesehatan yang serius seperti yang dialami pendaki dari dataran rendah.
Kemampuan ini sangat penting dalam peran mereka sebagai pemandu gunung dan porter, di mana mereka harus membawa perlengkapan pendakian, makanan, dan persediaan lainnya untuk para pendaki. Daya tahan tubuh yang luar biasa ini memungkinkan mereka untuk bekerja secara efisien dan aman di lingkungan yang ekstrem.
Pengalaman Turun-Temurun di Pegunungan
Selama ratusan tahun, suku Sherpa telah hidup dan bekerja di lingkungan pegunungan yang ekstrem. Pengalaman turun-temurun ini telah memberikan mereka pengetahuan mendalam tentang medan, cuaca, dan teknik pendakian yang aman dan efisien.
Mereka mewarisi keterampilan dan pengetahuan dari generasi sebelumnya, yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dan berkembang di lingkungan yang menantang.
Pengetahuan ini mencakup cara membaca tanda-tanda alam, memprediksi perubahan cuaca, dan memilih jalur pendakian yang paling aman. Mereka juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana tubuh mereka bereaksi terhadap ketinggian dan bagaimana mengatasi masalah kesehatan yang mungkin timbul.
Gaji Tinggi Pemandu Gunung
Sejak Gunung Everest menjadi terkenal oleh para pendaki, Sherpa sendiri telah bergeser menjadi sebuah profesi yang menjanjikan di sana. Hal ini membuat Sherpa kini identik sebagai "pemandu gunung" yang ada di sekitar Gunung Everest.
Tugas berat yang diemban Sherpa membuat mereka rata-rata mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Bahkan, Sherpa juga bisa mendapatkan gaji sekitar 3000 - 5000 dolar Amerika, atau sekitar Rp 42 juta hingga Rp 70 juta dalam setiap musim pendakian.
Apabila seorang Sherpa sudah memiliki sertifikasi tertentu, bisa mendapatkan kenaikan gaji hampir dua kali lipat menjadi 8000 dolar Amerika atau sekitar Rp110 juta. Tugas seorang Sherpa biasanya adalah mendirikan kemah, membawa barang, serta bertanggung jawab atas keselamatan kelompok pendaki.
Meski siapa saja sebenarnya bisa melamar pekerjaan sebagai Sherpa, namun hanya etnis Sherpa yang bisa mencapai Puncak Everest untuk mengantar para pendaki. Pengalaman dan daya tahan tubuh yang kuat menjadi alasan di baliknya.