Cara Baidu Pertahankan Dominasi dan Menantang DeepSeek
Baidu tak ingin pasar yang mendominasi direbut Deepseek.
Raksasa teknologi Tiongkok, Baidu, resmi mengumumkan pembaruan terbesar dalam satu dekade untuk layanan mesin pencarinya.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat posisi Baidu di pasar yang semakin kompetitif, khususnya menghadapi tekanan dari rival baru seperti DeepSeek dan maraknya layanan video pendek yang mengintegrasikan pencarian berbasis AI.
Dalam keterangan resminya, Baidu mengonfirmasi integrasi lebih dalam dengan Ernie Bot—chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) andalan mereka. Teknologi AI generatif ini memungkinkan pencarian lebih alami dengan mendukung pertanyaan berbasis percakapan, pencarian suara, gambar, bahkan file.
Selain itu, batas jumlah karakter dalam kotak pencarian kini diperluas dari 28 menjadi lebih dari 1.000 karakter. Fitur ini diklaim mendukung pertanyaan yang lebih kompleks dan mendetail, mendekati cara kerja chatbot seperti ChatGPT dan DeepSeek yang semakin populer.
Pembaruan besar ini bukan hanya langkah inovasi, tapi juga respons terhadap persaingan ketat. DeepSeek, salah satu pendatang baru, telah menarik perhatian industri dengan pengembangan model AI yang diklaim lebih murah dan efisien.
Selain itu, platform video pendek seperti Douyin (TikTok versi Tiongkok) dan Kuaishou juga mulai menawarkan fitur pencarian berbasis AI, memecah dominasi tradisional mesin pencari.
“Persaingan bukan hanya dari sesama mesin pencari, tapi juga dari cara orang menemukan informasi di platform video pendek,” kata Kai Wang, analis pasar di Morningstar dikutip dari CNBC, Senin (7/7).
Dan Ives, kepala riset teknologi global di Wedbush Securities, menilai langkah Baidu ini sebagai upaya mempertahankan dominasi sambil menantang para pesaing.
“Ini langkah defensif sekaligus ofensif. Baidu harus membuktikan diri bukan hanya pemain lama, tapi juga inovator di bidang AI,” ujarnya dalam email kepada CNBC.
Baidu sendiri memang bukan pemain baru di bidang kecerdasan buatan. Pada 2023, mereka merilis Ernie Bot untuk menyaingi ChatGPT dan sejak itu terus mengembangkan kemampuannya.
Dalam pembaruan terbaru, Ernie Bot akan menghasilkan jawaban berbasis teks, gambar, dan video langsung di halaman pencarian, mendekati pengalaman asisten digital serba bisa.
Tekanan Kinerja Saham
Meski berinvestasi besar dalam AI, performa saham Baidu tertinggal dibanding pesaing domestik. Sepanjang tahun ini, saham Baidu hanya naik sekitar 2,5%, jauh di bawah kenaikan lebih dari 30% untuk Alibaba dan 20% untuk Tencent.
Tekanan ini mendorong perusahaan untuk mempercepat inovasi agar tetap relevan di pasar yang semakin padat pemain.
Langkah Baidu juga sejalan dengan tren global. Google, misalnya, tengah memperluas Search Generative Experience (SGE) yang mengintegrasikan AI generatif ke dalam pencarian.
Persaingan global menunjukkan bahwa mesin pencari tidak lagi sekadar soal kata kunci, tetapi juga tentang pemahaman konteks, percakapan, dan kreativitas berbasis AI.
Dengan pembaruan ini, Baidu berharap mengokohkan posisinya sebagai pemimpin teknologi pencarian di Tiongkok sekaligus menegaskan kesiapan menghadapi tantangan baru dari kompetitor lama maupun pemain AI generatif baru yang semakin agresif.