Ada Ancaman di Balik Percepatan Transformasi AI
Banyak yang tidak tahu ketika percepatan transformasi AI justru membuka peluang ancaman baru.
Ketika teknologi AI semakin maju, berbagai kekhawatiran mengenai keselamatan dan ancaman keamanan baru muncul dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Sementara itu, solusi-solusi keamanan yang sudah ada tidak siap untuk memberikan perlindungan.
Cisco AI Defense dibangun khusus bagi perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan pengambangan, penerapan dan pengamanan aplikasi-aplikasi AI tanpa keraguan.
“Para pemimpin bisnis dan teknologi tidak bisa mengorbankan keamanan demi memperoleh kecepatan ketika memanfaatkan AI,” kata Jeetu Patel, Executive Vice President dan Chief Product Officer, Cisco dalam keterangannya, Kamis (20/2).
“Dalam lanskap yang dinamis di mana persaingan sangat sengit, kecepatan menentukan siapa yang menjadi pemenang. Terintegrasi di dalam fabric jaringan, Cisco AI Defense memadukan kemampuan unik untuk mendeteksi dan melindungi dari ancaman saat mengembangkan dan mengakses aplikasi-aplikasi AI tanpa mengorbankan apapun," tambah dia.
Pertaruhannya akan sangat besar jika terjadi kesalahan dengan AI. Menurut 2024 AI Readiness Index, hanya 40% dari responden survei tersebut di Indonesia merasa benar-benar siap untuk mendeteksi dan mencegah penyusupan dengan menggunakan AI.
Tapi beragam tantangan keamanan yang dihadapi juga baru dan kompleks, karena aplikasi-aplikasi AI bersifat multi-model dan menggunakan konsep multi-cloud. Kerentanan bisa muncul di level model atau aplikasi, sedangkan tanggung jawabnya berada di beberapa pemilik yang berbeda, termasuk pengembang, pengguna dan vendor.
Ketika perusahaan-perusahaan mulai menggunakan data di luar data publik dan mulai melatih model-model AI dengan menggunakan data yang dimiliki oleh satu pihak tertentu (proprietary), risikonya akan semakin besar.
Untuk mendorong inovasi dan pengadopsian teknologi AI, berbagai perusahaan membutuhkan lapisan keselamatan dan keamanan umum yang melindungi setiap pengguna dan setiap aplikasi.
Mengembangkan dan Menerapkan Aplikasi AI yang Aman:
Ketika AI ada di mana-mana, perusahaan-perusahaan akan menggunakan dan mengembangkan ratusan atau bahkan ribuan aplikasi AI. Para pengembang membutuhkan seperangkat pagar perlindungan untuk keselamatan dan keamanan AI yang bekerja dengan setiap aplikasi.
Mengamankan Akses ke Aplikasi AI:
Ketika pengguna bergegas mengadopsi aplikasi-aplikasi AI seperti alat perangkum untuk meningkatkan produktivitas mereka, tim keamanan IT harus mencegah kebocoran data dan gangguan terhadap data milik pihak tertentu.
“Pengadopsian AI membuat perusahaan-perusahaan menghadapi risiko-risiko baru yang bisa tidak diatasi oleh solusi keamanan siber tradisional. Cisco AI Defense merupakan lompatan maju yang signifikan dalam keamanan AI, dengan menyediakan visibilitas penuh terhadap aset-aset AI perusahaan dan memberikan perlindungan dari ancaman-ancaman yang terus berkembang,” kata Kent Noyes, Global Head of AI & Cyber Innovation, World Wide Technology.