4 Tuntutan Tebusan Duit Paling Fantastis yang Pernah Diminta Hacker
Berikut adalah 4 tuntutan hacker dengan permintaan tebusan yang fantastis.
Di era yang serba digital, tak bisa dimungkiri kejahatan siber semakin mengancam. Bagi yang tak memiliki infrastruktur digital yang mumpuni, mereka akan menjadi santapan bagi para penjahat siber.
Comparitech mencatat pada kuartal pertama 2024 terdapat 142 serangan ransomware. Jumlah ini terjadi penurunan yang signifikan dari tahun 2023 yakni 336 serangan.
Tren tersebut konsisten di semua industri kecuali keuangan, di mana jumlah catatan yang terkena dampak meningkat dari 14,74 juta pada Q1 tahun 2023 menjadi 16,96 juta pada tahun 2024.
Dari sisi permintaan tebusan, rata-rata di semua industri adalah USD1,88 juta. Namun ada empat tuntutan tebusan terbesar yang pernah dialami perusahaan gara-gara serangan siber pada kuartal pertama 2024.
Nilai Tebusan Fantastis
Berikut adalah daftarnya dikutip dari CompariTech, Kamis (8/8):
Ajuntament de Calvià
Institusi ini diminta menebus €10 juta EUR (USD11 juta USD atau Rp 117 miliar) dari grup yang tidak dikenal. Namun, statusnya tidak dibayarkan.
Claro Company (América Móvil)
Sebuah perusahaan telekomunikasi dari Amerika Latin diminta menebus USD10 juta atau Rp 161 miliar dari Trigona. Pembayaran tidak dikonfirmasi.
LoanDepot
Sebuah perusahaan pinjaman non bank yang pernah diminta tebusan sebesar USD6 juta atau Rp 97 miliar oleh ALPHV/BlackCat. Statusnya tidak dibayarkan.
Rumah Sakit Anak Ann & Robert H. Lurie Chicago
Mereka dipaksa membayar USD3,4 juta atau Rp 54 miliar yang diminta oleh Rhysida. Data yang dicuri diposting secara publik, menunjukkan tidak ada uang tebusan yang dibayarkan, namun tidak ada konfirmasi. Pemerasan bebas enkripsi sedang meningkat.
Penjahat lebih sering meminta uang tebusan tanpa mengenkripsi data. Sebaliknya, serangan tersebut mengandalkan pencurian data dan ancaman kebocoran untuk membuat korban membayar.