Bursa Saham

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
IPO Diprediksi Menggeliat di Kuartal II-2026, Sinyal Pemulihan Pasar Usai Lebaran

Menurutnya, kuartal II menjadi momentum yang lebih ideal bagi perusahaan untuk melantai di bursa dibandingkan kuartal sebelumnya.

{{caption}}
Tiga Direksi PT Merdeka Gold Resources Tbk Ajukan Pengunduran Diri

Corporate Secretary Perseroan, Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal yang berlaku.

{{caption}}
Ancaman Trump ke Iran Picu Kepanikan: Bursa di Jepang dan Korea Selatan Rontok Drastis

Selain itu, pada hari Minggu, 22 Maret, Ghalibaf meluaskan ancamannya kepada pemegang obligasi pemerintah AS (U.S. Treasurys).

{{caption}}
BEI Buka Suspensi Saham IFSH dan TAMA, Perdagangan Kembali Normal 25 Maret 2026

Bursa menyatakan bahwa saham IFSH sudah dapat kembali diperdagangkan. Pembukaan suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

{{caption}}
Merger MORA–MyRepublic Kian Dekat, Sinar Mas Siap Jadi Penguasa Baru

Penggabungan ini turut membawa konsekuensi terhadap struktur kepemilikan saham.

{{caption}}
Emiten Buana Lintas Lautan Tambah Kapal Tanker LNG Kedua

Manajemen menilai, hal ini mencerminkan komitmen terhadap strategi perusahaan untuk terus berkembang di segmen transportasi LNG melalui pertumbuhan organik.

{{caption}}
Prediksi IHSG Hari Ini, Lengkap dengan Rekomendasi Saham untuk Investor

Jika tekanan sentimen global masih berlanjut, IHSG berpotensi kembali menguji area 7.300.

{{caption}}
OJK: Tak Ada Kepanikan Berlebihan di Pasar Saham Domestik

Meski demikian, OJK mencermati perkembangan pasar secara ketat untuk menentukan perlunya penerapan kebijakan tambahan guna menjaga stabilitas pasar.

{{caption}}
Agung Sedayu Lepas 52,9 Juta Lembar Saham CBDK, Ada Apa?

Penjualan saham dilakukan dalam tiga transaksi berbeda dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.

{{caption}}
IHSG Ambruk 4 Persen, Pengamat: Dipicu Eskalasi Konflik Amerika Serikat dan Iran

Harga minyak brent yang sudah menembus USD 80 per barel menjadi alarm bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.