Bursa Saham
Topik Populer
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Rupiah Tembus Rp18.066 per Dolar AS pada Jumat Pagi
-
Strategi Pengusaha Bali Genjot Usaha di Tengah Pelemahan Rupiah
-
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Klaim Fundamental Ekonomi Kuat
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Pemerintah Disarankan Jiplak China Jaga Stabilitas Keuangan
-
Usul Ekonom Usai Rupiah Jeblok Tembus Rp18.000, Pemerintah Wajib Lakukan Hal Ini Jaga Tren Arus Pasar Saham
Berita Utama Lainnya
-
-
-
berita update Perubahan Kriteria Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 Picu Efek Domino di Pasar saham? Begini Penjelasan Analis
-
berita update Selesaikan Perjanjian dengan Tolu Minerals Limited, Petrosea Siap Serok Emas di Papua Nugini
-
-
-
berita update Kurs Rupiah Tembus Level Rp17.000 per USD, Intip Emiten Saham yang Tertekan dan Raup Cuan
-
-
-
Menurutnya, kuartal II menjadi momentum yang lebih ideal bagi perusahaan untuk melantai di bursa dibandingkan kuartal sebelumnya.
Corporate Secretary Perseroan, Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal yang berlaku.
Selain itu, pada hari Minggu, 22 Maret, Ghalibaf meluaskan ancamannya kepada pemegang obligasi pemerintah AS (U.S. Treasurys).
Bursa menyatakan bahwa saham IFSH sudah dapat kembali diperdagangkan. Pembukaan suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Penggabungan ini turut membawa konsekuensi terhadap struktur kepemilikan saham.
Manajemen menilai, hal ini mencerminkan komitmen terhadap strategi perusahaan untuk terus berkembang di segmen transportasi LNG melalui pertumbuhan organik.
Jika tekanan sentimen global masih berlanjut, IHSG berpotensi kembali menguji area 7.300.
Meski demikian, OJK mencermati perkembangan pasar secara ketat untuk menentukan perlunya penerapan kebijakan tambahan guna menjaga stabilitas pasar.
Penjualan saham dilakukan dalam tiga transaksi berbeda dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.
Harga minyak brent yang sudah menembus USD 80 per barel menjadi alarm bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.