Dikelilingi Hutan, Begini Penampakan Rumah Transmigrasi di Sulawesi Tenggara
Bangunan semi permanen ini berukuran sedang, terkesan seperti minimalis.
Bangunan semi permanen ini berukuran sedang, terkesan seperti minimalis.
Dikelilingi Hutan, Begini Penampakan Rumah Transmigrasi di Sulawesi Tenggara
Transmigrasi menjadi salah satu program yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia untuk pemerataan penduduk.Faktor pendorong adanya program transmigrasi ini di antaranya karena padatnya jumlah penduduk, peningkatan perekonomian, hingga bencana alam yang menghancurkan lingkungan tempat tinggal. Orang-orang yang mengikuti program transmigrasi akan disebarkan ke beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki angka penduduknya yang masih lebih sedikit. Salah satunya di Sulawesi Tenggara tepatnya di Konawe Watutinawu.
Penasaran seperti apa penampakan rumah transmigrasi di Konawe Watutinawu? Simak ulasannya yang dirangkum dari kanal Youtube kelurgaku Bahagia berikut ini.
Rumah Minimalis
Meski kompleks perumahan transmigrasi ini baru diisi oleh beberapa rumah saja dan banyak lahan yang kosong, namun lingkungan di sekitarnya begitu nyaman.
Bangunan semi permanen ini berukuran sedang, terkesan seperti minimalis. Rumah dengan tipe seperti ini sangat cocok bagi penghuni keluarga kecil.
Dalam rekaman video dari Youtube kelurgaku Bahagia, pada bagian pintu masuk rumah langsung dihadapkan dengan ruang tengah atau ruang keluarga, kemudian dapur, kamar mandi, dan satu kamar tidur.
Fasilitas Seadanya
Terlihat pada bagian atap yang langsung dibalut seng berwarna silver itu nampak tidak adanya lampu penerangan.
Kemudian, ada pula fasilitas lain yang sangat penting yaitu ketersediaan air. Di rumah ini airnya mengalir dengan deras dan kualitasnya cukup baik.
Suasana Hutan
Rumah transmigrasi di Konawe Watutinawu ini sangat berbeda drastis dengan rumah-rumah pada umumnya. Kompleks yang masih diisi kurang lebih 5 kepala keluarga ini dikelilingi oleh hutan dengan pohon-pohon besar di sekelilingnya.
Terlihat juga kawasan rumah transmigrasi ini seperti bekas hutan yang kemudian dipapas habis pohonnya untuk dijadikan lahan.
Jalan yang harus dilalui untuk bisa mencapai lokasi ini pun masih berpasir.
Apabila hujan turun, jalanan ini akan dipenuhi lumpur dan hanya bisa diakses dengan kendaraan roda empat saja. Pada sisi kiri dan kanan jalan masih ditumbuhi hutan-hutan yang cukup lebat.
Kawasan rumah transmigrasi ini cukup jauh dari kehidupan penduduk kota dan fasilitas umum lainnya.