Mengenal Kain Tapis, Kerajinan Tradisional Lampung Penuh Doa Baik
Mengenal Kain Tapis, kerajinan tradisional khas Lampung yang penuh sejarah dan doa
Indonesia menyimpan beragam kerajinan tradisional dari penjuru daerah. Salah satunya berasal dari Lampung bernama Kain Tapis yang dibuat sambil berdoa.
Mengenal Kain Tapis, Kerajinan Tradisional Lampung Penuh Doa Baik
Sejarah Kain Tapis
Melansir dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, awal mula penggunaan kain tapis untuk pakaian wanita suku Lampung.
Jejak sejarah lahirnya kerajinan tradisional ini sudah ada sejak abad ke 12-13 masehi atau bertepatan dengan zaman Hindu. Bahkan, ada yang meyakini Kain Tapis sudah ada sejak zaman prasejarah.
Awal kerajinan tradisional ini lahir saat orang-orang sudah mulai mengenal cara menenun menggunakan benang kapas. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai memahami pencelupan warna yang berasal dari tumbuhan sekitar. (Foto: liputan6.com)
Ciri Khas Kain Tapis
Ciri khas dari kain ini adalah motifnya yang mengandung unsur alam, manusia, flora dan fauna. Melalui keahliannya, pembuatan kain ini rupanya dilakukan oleh kaum wanita terutama ibu-ibu.
Salah satu contoh produknya bernama Kain Tapis Rajo Tunggal, kain ini terdiri dari percampuran motif, yaitu manusia, hewan, dan juga tumbuhan.
Pembuatan Kain Tapis Rajo Tunggal ini sangat rumit dibandingkan dengan kain tapis lainnya.
Penuh Doa Baik
Melansir dari indonesia.go.id, Kain Tapis bukan hanya sebagai kerajinan khas Lampung saja, melainkan kain tersebut juga mengandung doa-doa baik. Hal ini dikarenakan para penenun akan mengucapkan doa sambil menenun agar para pemakainya terhindar dari bahaya.
Menunjukkan Status Sosial
Selain mengandung doa baik, Kain Tapis ternyata juga bagian dari simbol strata sosial di masyarakat. Bagaimana tidak, rata-rata harga kain ini cukup mahal yaitu ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Maka dari itu masih jarang masyarakat yang menggunakan bahan dasar Kain Tapis sebagai pakaian.