Mike Tyson Masih Mau Bertarung di Usianya yang Hampir 60 Tahun, Siapa Lawannya?
Mike Tyson sedang dibicarakan terkait rencana luar biasa untuk kembali ke arena tinju.
Mike Tyson akan merayakan ulang tahunnya yang ke-60 tahun depan. Meskipun demikian, usia tidak tampak menghalangi legenda tinju dunia ini untuk kembali bertarung dalam sebuah laga yang mungkin akan mengejutkan banyak orang. Sebagai salah satu petinju paling terkenal sepanjang sejarah, Tyson mencatatkan namanya dalam sejarah pada 22 November 1986, ketika ia menjadi juara dunia kelas berat termuda setelah mengalahkan Trevor Berbick dalam dua ronde di Las Vegas Hilton, Nevada. Sejak saat itu, ia terlibat dalam berbagai pertarungan bersejarah di era modern, melawan banyak nama besar seperti Tony Tucker, Larry Holmes, Michael Spinks, Frank Bruno, Buster Douglas, Donovan Ruddock, Evander Holyfield, dan Lennox Lewis.
Walaupun usianya semakin bertambah, daya tarik Tyson tetap tidak pudar, baik di dalam maupun di luar ring. Ia berhasil menarik perhatian dunia melalui duel ekshibisi melawan Roy Jones Jr pada tahun 2020 di tengah pandemi global. Selain itu, Tyson juga kembali ke ring untuk melawan Jake Paul pada tahun 2024 dalam pertarungan berdurasi delapan ronde yang disiarkan secara global oleh Netflix dan ditonton oleh lebih dari 100 juta pemirsa. Saat ini, kabar mengenai kemungkinan comeback Tyson kembali mencuat, dan informasi tersebut berasal dari seseorang yang sangat mengenalnya, yang juga merupakan mantan lawan di ring.
Semangat untuk Bertarung Tidak Pernah Padam
Roy Jones Jr menyatakan, "Mike Tyson masih memiliki semangat untuk bertarung," dalam sebuah wawancara dengan Prime Casino. "Itulah yang telah dia lakukan sepanjang hidupnya. Banyak orang tidak menyadari bahwa semangat itu tidak akan pernah padam. Meskipun pilihannya semakin terbatas, hasratnya tetap ada."
Jones melanjutkan, "Jadi, jika ada kesempatan, dia pasti akan bertarung. Kami berdua tumbuh dalam dunia pertarungan. Itulah yang kami kenal dan cintai."
Ketika membahas kemungkinan pertarungan antara Tyson dan Jake Paul, Jones mengungkapkan pandangan yang jarang diketahui publik: "Tyson hampir kehilangan nyawanya sebelum bertarung melawan Jake Paul—bukan karena pertarungan itu. Hidup ini berbahaya setiap hari."
Dia menambahkan, "Apakah Anda ingin meninggal saat melakukan sesuatu yang tidak Anda inginkan? Atau Anda ingin tertabrak mobil? Atau Anda ingin mati dalam pertarungan melawan saya? Jika saya harus memilih, saya lebih memilih mati dalam pertarungan. Setidaknya saya melakukan sesuatu yang saya cintai."
Tindakan Tyson Dipengaruhi oleh Situasi dan Kondisi Pikirannya
Meskipun sinyal positif dari Jones mengindikasikan kemungkinan kembalinya Tyson, suara dari tim Tyson terdengar lebih berhati-hati. Amer Abdellah, yang menjabat sebagai manajer dan penasihat Tyson, pernah menyatakan kepada jurnalis Alan Dawson dari Give Me Sport, bahwa, kalau soal bertarung, itu bukanlah sesuatu yang langsung dipikirkan oleh Tyson.
Abdellah juga menekankan bahwa keputusan tersebut sangat bergantung pada situasi dan kondisi mental Tyson saat ini. Ia mengungkapkan bahwa Tyson telah berlatih dengan sangat keras menjelang pertarungan melawan Jake Paul. Setelah terlibat langsung dalam ekshibisi dengan Jones Jr, Abdellah mengakui bahwa pertarungan ekshibisi adalah sesuatu yang mungkin masih akan dia lakukan lagi.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa meskipun ada harapan untuk comeback, tim Tyson tetap bersikap realistis. Abdellah menekankan bahwa kondisi mental Tyson adalah faktor kunci dalam menentukan langkah selanjutnya. Dengan latihan yang intensif dan pengalaman dari pertarungan ekshibisi, Tyson menunjukkan potensi untuk kembali ke ring. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Tyson, yang harus mempertimbangkan semua aspek sebelum mengambil langkah berikutnya dalam kariernya.
Sumber: Give Me Sport