Floyd Mayweather Kembali Bertinju Profesional Setelah 9 Tahun Pensiun, Siap Cetak Rekor Baru
Legenda tinju Floyd Mayweather mengumumkan dirinya kembali bertinju secara profesional setelah sembilan tahun pensiun, bertekad mencetak rekor baru di ring, meski diwarnai isu kesulitan keuangan dan masalah hukum.
Legenda tinju tak terkalahkan, Floyd Mayweather, telah mengumumkan keputusannya untuk kembali ke ring tinju profesional setelah sembilan tahun pensiun. Pengumuman mengejutkan ini datang setelah ia terakhir kali bertarung secara profesional pada tahun 2017, mengalahkan bintang UFC Conor McGregor dalam pertarungan yang sangat dinanti. Mayweather menyatakan kesiapannya untuk mencetak lebih banyak rekor dalam olahraga tinju yang telah membesarkan namanya.
Kembalinya "Money" Mayweather ini dijadwalkan akan terjadi pada musim panas 2026, menyusul pertandingan ekshibisi yang telah direncanakan melawan ikon tinju lainnya, Mike Tyson, pada tanggal 25 April. Detail lebih lanjut mengenai lawan, tanggal pasti, lokasi, dan informasi siaran untuk pertarungan profesionalnya akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.
Mayweather, yang akan segera berusia 49 tahun, menyampaikan pengumuman ini melalui siaran pers, menegaskan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk mendominasi. Ia juga mengungkapkan bahwa kembalinya ke ring akan dilakukan melalui kesepakatan eksklusif dengan CSI Sports/Fight Sports, menandai babak baru dalam karier legendarisnya.
Kembalinya Sang Legenda ke Ring Profesional
Floyd Mayweather, petinju yang pernah menjuarai lima divisi berbeda, telah mengukir sejarah dengan rekor tak terkalahkan 50-0 sepanjang karier profesionalnya selama 21 tahun. Ia pernah menjadi juara dunia di kelas bulu super, ringan, super ringan, welter, dan welter super, menunjukkan dominasinya di berbagai kategori berat.
Dalam pernyataannya, Mayweather dengan percaya diri mengatakan, "Saya masih memiliki kemampuan untuk mencetak lebih banyak rekor dalam olahraga tinju, mulai dari acara Mike Tyson yang akan datang hingga pertarungan profesional saya berikutnya." Pernyataan ini menggarisbawahi ambisinya untuk terus meninggalkan jejak di dunia tinju, bahkan di usianya yang hampir setengah abad.
Kesepakatan eksklusif dengan CSI Sports/Fight Sports akan menjadi platform bagi Mayweather untuk kembali bertanding. Ia optimis bahwa pertarungannya akan menarik perhatian global. "Tidak ada yang akan menghasilkan pendapatan tiket lebih besar, memiliki audiens siaran global yang lebih besar, dan menghasilkan lebih banyak uang di setiap acara, selain acara saya," tegas Mayweather.
Sebelum pengumuman kembalinya ke ring profesional, Mayweather telah aktif dalam serangkaian pertandingan ekshibisi. Salah satu yang paling disorot adalah negosiasi pertandingan ulang melawan Manny Pacquiao pada Oktober 2025, yang sayangnya tidak mencapai kesepakatan akhir.
Kontroversi dan Tantangan di Balik Comeback
Di balik gembar-gembor kembalinya Floyd Mayweather ke ring, tersiar laporan yang menyebutkan bahwa ia menghadapi kesulitan keuangan. Laporan ini muncul meskipun Mayweather diperkirakan telah menghasilkan sekitar 1,15 miliar dolar AS sepanjang kariernya.
Selain isu keuangan, Mayweather juga terlibat dalam serangkaian masalah hukum yang cukup signifikan. Pada Februari 2025, ia menggugat mantan mitra siarannya, Showtime, untuk memulihkan dana sebesar 340 juta dolar AS yang diduga disalahgunakan.
Tidak berhenti di situ, pada bulan yang sama, Mayweather juga digugat dalam dua perkara terpisah. Gugatan pertama terkait dugaan tunggakan sewa sebesar 330.000 dolar AS untuk sebuah apartemen mewah di Manhattan. Gugatan kedua berkaitan dengan tunggakan tagihan perhiasan senilai 1,4 juta dolar AS.
Masalah-masalah ini menimbulkan pertanyaan tentang motivasi sebenarnya di balik keputusan Mayweather untuk kembali bertinju secara profesional. Meskipun demikian, ia tetap bertekad untuk membuktikan bahwa ia masih memiliki apa yang diperlukan untuk bersaing di level tertinggi dan mencetak rekor baru.
Sumber: AntaraNews