Sejarah 30 Juni 1966: Lahirnya Legenda Hidup Tinju Dunia, Mike Tyson
30 Juni menjadi tanggal kelahiran dari sang petinju legendaris dunia, Mike Tyson.
Dalam dunia tinju, ada nama yang tak terlupakan dan menjadi ikon dalam olahraga ini. Salah satu dari mereka adalah Mike Tyson, seorang legenda yang mencatat sejarah luar biasa dalam karirnya.
Sejarah 30 Juni 1966: Lahirnya Legenda Tinju Dunia, Mike Tyson
Siapa Mike Tyson?
Michael Gerard Tyson lahir pada 30 Juni 1966, di Brooklyn, New York, dari orang tua Jimmy Kirkpatrick dan Lorna Tyson. Ketika Michael berusia dua tahun, ayahnya meninggalkan keluarga, meninggalkan Lorna untuk merawat Michael dan kedua saudaranya, Rodney dan Denise.
Keluarga Tyson kemudian pindah ke Brownsville, Brooklyn, sebuah lingkungan yang terkenal dengan tingkat kejahatannya yang tinggi. Kecil dan pemalu, Tyson sering menjadi sasaran bullying. Untuk mengatasi hal ini, dia mulai mengembangkan gaya bertarung jalanannya sendiri, yang akhirnya beralih ke aktivitas kriminal.Gengnya, yang dikenal sebagai Jolly Stompers, menugaskannya untuk membersihkan mesin kasir sementara anggota yang lebih tua menahan korban di bawah todongan senjata. Dia baru berusia 11 tahun saat itu.
Menjadi Anggota Geng
Dia sering mendapat masalah dengan polisi karena kegiatan kriminal kecilnya, dan pada usia 13 tahun, dia telah ditangkap lebih dari 30 kali. Perilaku buruk Tyson membawanya ke Tryon School for Boys, sebuah sekolah reformasi di bagian utara New York. Di Tryon, Tyson bertemu dengan konselor Bob Stewart, yang pernah menjadi juara tinju amatir.
Tyson ingin Stewart mengajarinya cara menggunakan tinjunya. Stewart dengan enggan setuju, dengan syarat Tyson akan menghindari masalah dan bekerja lebih baik di sekolah. Tyson pun berhasil meningkatkan kemampuan membaca ke tingkat kelas tujuh dalam hitungan bulan. Dia juga bertekad untuk mempelajari semua yang dia bisa tentang tinju, sering kali keluar dari tempat tidur setelah jam malam untuk berlatih pukulan di kegelapan.
Melakoni Debut
Pada 1980, Stewart merasa telah mengajari Tyson semua yang dia ketahui. Dia memperkenalkan calon petinju itu kepada manajer tinju legendaris Constantine "Cus" D'Amato, yang memiliki gym di Catskill, New York. D'Amato dikenal karena menaruh minat pribadi pada petarung yang menjanjikan, bahkan memberi mereka tempat tinggal di rumah yang dia tinggali bersama rekannya Camille Ewald.
Pada 6 Maret 1985, Tyson akhirnya melakukan debut profesionalnya di Albany, New York, melawan Hector Mercedes. Petinju debutan berusia 18 tahun itu mengalahkan Mercedes dalam satu putaran.
Kekuatan, tinju cepat, dan kemampuan bertahan Tyson yang luar biasa mampu mengintimidasi lawan-lawannya, yang seringkali takut untuk menyerang petarung tersebut. Ini yang memberi Tyson kemampuan luar biasa untuk menyamakan kedudukan lawan-lawannya hanya dalam satu putaran, dan memberinya julukan "Iron Mike".
Dia mencatatkan KO ketiga belasnya di Houston, Texas, dan mendedikasikan pertarungan untuk pria yang telah membentuknya menjadi seorang profesional, yaitu D'Amato. Mereka yang dekat dengan Tyson mengatakan dia tidak pernah pulih sepenuhnya dari duka karena kematian D'Amato di tahun 1985.
Juara Kelas Berat
Pada tahun 1986, Tyson telah mencatatkan rekor 22-0 — 21 pertarungan dimenangkan dengan KO. Pada 22 November 1986, Tyson akhirnya mencapai tujuannya: Dia mendapatkan gelar pertamanya melawan Trevor Berbick dalam kejuaraan kelas berat World Boxing Council.
Di usia 20 tahun empat bulan, ia melampaui rekor Floyd Patterson sebagai seorang juara kelas berat termuda dalam sejarah.
Kesuksesan Tyson di atas ring tidak berhenti di situ. Dia menambahkan kejuaraan World Boxing Association ke dalam daftar kemenangannya saat mengalahkan James Smith pada 7 Maret 1987. Kemudian menjadi kelas berat pertama yang memiliki tiga sabuk tinju utama usai merebut gelar International Boxing Federation dari Tony Tucker pada 1 Agustus..
Pada Juli 1991, Tyson dituduh memperkosa Desiree Washington, kontestan Miss Black American. Pada 26 Maret 1992, setelah hampir satu tahun proses persidangan, Tyson dinyatakan bersalah dan diperintahkan untuk menjalani hukuman enam tahun penjara.
Tuduhan Pemerkosaan
Tyson awalnya menjalani hukumannya di penjara dengan buruk; dia dinyatakan mengancam seorang penjaga, sehingga menambah 15 hari hukumannya. Tapi saat dipenjara, Tyson masuk Islam dan mengadopsi nama Malik Abdul Aziz.
Pada 25 Maret 1995, setelah menjalani hukuman tiga tahun, Tyson dibebaskan dari Indiana Youth Center dekat Plainfield, Indiana. Setelah merencanakan comebacknya, Tyson mengatur pertarungan berikutnya dengan Peter McNeeley di Las Vegas, Nevada. Pada 19 Agustus 1995, Tyson memenangkan pertarungan tersebut, mengalahkan McNeeley hanya dalam 89 detik. Tyson juga memenangkan pertandingan berikutnya pada Desember 1995, mengalahkan Buster Mathis Jr. di babak ketiga.
Pensiun
Pertarungan berikutnya yang dipublikasikan besar-besaran adalah pada tahun 2002 dengan juara WBC, IBF dan IBO Lennox Lewis. Tyson sekali lagi bertanding untuk kejuaraan kelas berat. Pada konferensi pers bulan Januari, kedua petinju tersebut memulai perkelahian yang mengancam akan membatalkan pertandingan, tetapi pertarungan tersebut akhirnya dijadwalkan pada bulan Juni tahun itu.
Tapi Tyson kalah dalam pertarungan dengan KO, kekalahan yang menandakan penurunan karir mantan juara itu. Setelah kalah dari Danny Williams pada Juli 2004 dan Kevin McBride pada Juni 2005, Tyson mengumumkan pengunduran dirinya. Dia dilantik ke International Boxing Hall of Fame pada Juni 2011.