Virus Nipah Tak Hanya dari Kelelawar, 11 Buah Ini Bisa Jadi Media Penularan
Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui buah yang terkontaminasi oleh gigitan kelelawar. Berikut adalah daftar 11 jenis buah yang harus diwaspadai.
Penularan virus Nipah bisa dicegah dengan tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar. Namun, pertanyaannya adalah, buah apa saja yang menjadi favorit kelelawar? Menurut The Institute for Environmental Research and Education (IERE), kelelawar buah (fruit bat) tidak memilih-milih makanan dan sering mengonsumsi berbagai jenis buah.
Beberapa jenis buah yang menjadi makanan pokok bagi banyak spesies kelelawar antara lain:
- Buah Ara: Merupakan makanan utama bagi banyak spesies kelelawar buah karena ketersediaannya yang melimpah sepanjang tahun di beberapa daerah.
- Mangga: Buah ini kaya akan gula dan vitamin, sehingga menjadi favorit kelelawar saat musimnya tiba.
- Pisang: Dikenal sebagai buah yang kaya energi dan menyediakan nutrisi penting bagi kelelawar.
- Jambu biji: Buah ini sangat bergizi dan penting untuk pola makan kelelawar.
- Pepaya: Memiliki tekstur lembut dan kandungan gula yang tinggi, membuatnya mudah dicerna oleh kelelawar.
- Kurma: Menjadi sumber energi dan serat yang baik, sangat disukai oleh kelelawar di daerah kering.
- Sukun: Buah besar dan bertepung ini juga merupakan makanan yang disukai kelelawar.
- Alpukat: Kelelawar sangat menyukai buah yang mengandung lemak tinggi ini.
- Buah Lokal Lainnya: Kelelawar mampu beradaptasi dengan sumber buah yang tersedia di habitat mereka, termasuk buah-buahan yang kurang umum seperti durian, nangka, dan berbagai jenis beri.
Kelelawar Buah
Epidemiolog Dicky Budiman menjelaskan bahwa virus Nipah ditularkan oleh kelelawar buah dari genus Pteropus, yang juga dikenal sebagai flying fox. "Virus Nipah reservoir (pembawa) alami utamanya adalah fruit bat atau kelelawar buah genus Pteropus ya, flying fox," ungkap Dicky dalam pesan suara yang dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Dia menambahkan bahwa penularan virus Nipah terjadi dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan kelelawar. Kontak ini bisa terjadi melalui kotoran, urine, dan liur kelelawar yang mencemari buah atau kelapa sawit.
"Penularannya itu dari hewan ke manusia dengan cara kontak langsung dengan kelelawar atau dengan kotoran, urine, dan air liurnya yang akhirnya mencemari, mengontaminasi buah atau kelapa sawit. Kalau penularan antar manusia biasanya karena kontak dari cairan tubuh terutama pada saat perawatan pasien," jelas Dicky.
Spesies Kunci
Institut Penelitian dan Pendidikan Lingkungan menjelaskan bahwa kelelawar, terutama kelelawar buah, memiliki kebiasaan mengonsumsi berbagai jenis buah. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam penyebaran biji dan penyerbukan berbagai spesies tanaman di seluruh dunia.
Kelelawar buah berfungsi sebagai spesies kunci dalam banyak ekosistem, membantu memastikan regenerasi hutan dan memberikan kontribusi terhadap keanekaragaman hayati. Keberagaman dunia kelelawar yang aktif di malam hari jauh lebih luas daripada yang banyak orang ketahui. Beberapa kelelawar mengonsumsi serangga, sementara yang lain adalah karnivora, pemakan nektar, atau bahkan penghisap darah. Namun, mayoritas populasi kelelawar terutama bergantung pada buah sebagai sumber makanan, sehingga mereka menjadi komponen penting dalam ekosistem tropis dan subtropis.
“Buah apa yang dimakan kelelawar? Jawabannya sangat beragam, dipengaruhi oleh geografi, musim, dan spesies kelelawar. Kelelawar buah bukanlah pemakan yang pilih-pilih, tetapi mereka memang memiliki preferensi. Pola makan mereka dipengaruhi oleh ketersediaan dan kandungan nutrisi,” mengutip iere.org.
Dengan demikian, keberadaan kelelawar buah sangat vital untuk menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam proses penyerbukan dan penyebaran biji. Tanpa peran mereka, banyak spesies tumbuhan mungkin tidak dapat bertahan hidup, yang pada gilirannya akan memengaruhi seluruh rantai makanan dan keberagaman hayati di lingkungan mereka. Oleh karena itu, melindungi kelelawar dan habitatnya menjadi sangat penting untuk keberlanjutan ekosistem.
Ciri Fisik Kelelawar Buah
Kelelawar buah telah mengembangkan adaptasi anatomi khusus yang memudahkan mereka dalam mengonsumsi dan mencerna buah dengan efisien. Beberapa ciri fisik yang menonjol antara lain:
- Gigi Khusus: Gigi kelelawar ini dirancang khusus untuk menghancurkan buah dan mengekstrak sarinya, bukan untuk merobek daging buah.
- Lidah Panjang: Banyak kelelawar pemakan nektar memiliki lidah yang panjang dan ditutupi papila, yang berfungsi untuk mengumpulkan nektar dari bunga.
- Rahang Kuat: Untuk dapat memakan buah yang lebih keras, kelelawar ini membutuhkan rahang yang kuat untuk memecah lapisan luar buah.
- Sistem Pencernaan yang Efisien: Sistem pencernaan kelelawar buah telah beradaptasi untuk memproses sejumlah besar buah dengan cepat, sehingga mereka bisa mengeluarkan biji dan bahan lain yang tidak dapat dicerna.
- Kemampuan Terbang yang Unggul: Kelelawar buah memiliki kemampuan terbang jarak jauh yang memungkinkan mereka mencari buah dan menyebarkan biji di area yang luas.