Menkes Sebut Risiko Kematian Tinggi Jika Terpapar Virus Nipah, ini Tipsnya ke Masyarakat Agar Terhindar
Menurut Menkes, karena virus tersebut belum masuk ke Indonesia, pihaknya menyiapkan screening.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal Virus Nipah yang menjadi ancaman serius dan perlu mendapatkan perhatian masyarakat. Dia menyampaikan sejumlah tips agar masyarakat terhindar dari virus nipah.
"Jadi Virus Nipah ini kan yang berasal dari kelelawar. Kemudian masuk ke buah di beberapa negara, dimakan oleh babi. Jadi, kemudian orang yang memakan babi tertular. Memang sampai sekarang teridentifikasinya paling banyak di daerah India. Sudah sempat kebawa ke negara lain kan," ujar Menkes seusai kunjungan kerja di Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (KEI), Kamis (29/1).
Menkes menyebut penyakit yang dibawa Virus Nipah penularannya melalui buah yang sudah dimakan oleh kelelawar sehingga ludah kelelawar masuk ke dalam buah. Menkes pun berpesan agar masyarakat, khususnya yang bepergian ke India dan daerah yang sudah terjangkit agar tidak mengkonsumsi buah.
"Untuk orang-orang Indonesia termasuk wartawan yang ke daerah-daerah tadi, ya kalau bisa jangan makan buah yang yang terbuka. Kalau bisa ya makan jeruk, ya jeruknya yang tertutup di kupas sendiri. Jadi kita bisa lihat ya. Atau lebih baik lagi ya enggak usah makan buah deh. Makannya nasi sama daging yang dimasak atau buahnya yang dimasak," katanya.
Mirip dengan Covid-19 Menyerang Paru-Paru
Dikatakan Menkes, karena virus tersebut belum masuk ke Indonesia, pihaknya menyiapkan screening.
"Itu kan sama seperti Covid-19, masih pakai PCR. Nah, kita sudah siapin reagen-reagennya. Jadi kalau ada orang yang dicurigai batuk, enggak sembuh-sembuh. Kan ini sama sama Covid-nya nyerang paru-paru, kita screen sekarang lebih banyak untuk tahu, ya batuknya apa karena virus influenza atau virus Covid atau virus nipah ini," katanya.
"Nah jadi surveillance-nya kita perkuat. Kita belum melihat dan itu selesai juga rekomendasi WHO untuk nutup border. Karena yang kita lihat masih sangat sedikit, ya masih sangat sedikit yang terkena penyakit ini," jelasnya.
Risiko Kematian Tinggi Jika Terpapar Virus Nipah
Menkes berharap tidak ada masyarakat atau warga Indonesia yang terkait Virus Nipah. Namun demikian kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena tingkat kematiannya tinggi.
"Kita berdoa mudah-mudahan enggak. Tapi memang catatannya fatality rate-nya tinggi. Ya kalau orang kena ini kemungkinan meninggalnya tinggi," ucap Menkes.
Disinggung untuk lokasi screening, Menkes menyebut di Kemenkes dan akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
"Kita siapkan sekarang reagennya ditaruh di Kemenkes. Jadi, kalau ada yang dicurigai kita bisa langsung distribusikan ke lab (laboratorium) lab di daerah," jelas dia.